Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp33,2 Miliar

72
Ilustrasi benih lobster. Dok. Istimewa

KKPNews, Jakarta – Penyelundupan benih lobster jenis pasir kurang lebih sebanyak 219.350 ekor dan jenis mutiara 5.000 ekor senilai Rp33,2 miliar berhasil digagalkan tim gabungan, Senin (26/8) malam.

Tim gabungan yang terdiri dari Komando Armada I TNI AL, Lantamal III Jakarta, Pangkalan TNI AL Bandung, Direktorat Polair Polda Jabar dan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung melakukan upaya penyelundupan benih lobsterĀ  di Jalan Raya Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Benih lobster tersebut rencananya akan dikirim ke Singapura dan Vietnam.

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM, Riza Priyatna mengungkapkan, pihaknya bersama Komando Armada I TNI AL, Lantamal III Jakarta, Pangkalan TNI AL Bandung, dan Direktorat Polair Polda Jabar berhasil mengagalkan aksi penyelundupan tersebut.

Saat diamankan, benih lobster pasir dan mutiara tengah disimpan dalam 11 kantong besar yang isinya terdapat 876 kantong plastik kecil beroksigen.

Riza menjelaskan, pihaknya masih mendalami pihak-pihak yang memasok barang tersebut. Menurutnya, jika melalui jalur Sumatra maka sudah masuk sindikat penyelundup benih lobster.

“Tersangka (RD) ini kurir. Mereka tidak hanya menggunakan jalur darat supaya barang langsung masuk ke Singapura,” terang Riza saat berada di BKIPM Bandung, Selasa (27/8).

Danlanal Kolonel Laut (P) Sunar Solehuddin menambahkan, berawal dari informasi masyarakat pihaknya melakukan pengintaian. Kemudian, berhasil menangkap RD yang tengah membawa barang tersebut ke Cisolok Sukabumi menggunakan kendaraan roda empat jenis minibus.

“Sebelumnya sudah diintai, akhirnya kita periksa. Rencana dari Ujung Genteng ke Cisolok Sukabumi selanjutnya akan dibawa lagi,” terangnya.

Dengan adanya peristiwa ini, pelaku akan dijerat UU Perikanan pasal 88 dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments