Pemerintah Atur Harga Garam di Setiap Sentra Produksi

254

KKPNews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengatur harga beragam untuk pembelian garam di setiap sentra produksi. Sepuluh sentra produksi garam di Indonesia, masing-masing akan memiliki harga patokan yang berbeda.

Keberagaman harga patokan ini dilakukan karena pemerintah menyadari nilai investasi dan produksi di masing-masing daerah berbeda-beda. Tidak bijak jika harga garam di sentra produksi garam Indonesia yang tersebar di Cirebon, Indramayu, Pati, Rembang, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bima, Jeneponto, serta Pangkep, disamaratakan.

Pemerintah menetapkan dua patokan harga garam yaitu harga batas bawah (floor price) dan batas atas (ceiling price). Harga batas ini merupakan acuan harga minimal dan maksimal garam kualitas dijual per kilogramnya di titik pengumpul (collecting point).

Hal ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya harga garam saat panen raya tiba sekaligus mencegah melonjaknya harga secara tak terkendali saat stok dalam negeri menipis.

“Kalau harga sudah kita patok, masyarakat akan tertarik menjadi petambak garam karena harganya tidak rendah sekali. Nanti tidak ada pula harga garam sampai di luar batas wajar saat kita kekurangan, misalnya saat produksi terganggu karena musim hujan,” ungkap Direktur Jasa Kelautan KKP Riyanto Basuki, Jakarta, Selasa (31/1).

Saat ini, KKP tengah melakukan perhitungan untuk menetapkan harga patokan di masing-masing sentra produksi garam secara tepat. (AFN)

(*dari berbagai sumber

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (50.0%)
  • Takut (50.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments