Pembudidaya Apresiasi Upaya KKP Tekan Kenaikan Harga Pakan Ikan

59
Dok. Pabrik pakan ikan

KKPNews, Surabaya – Sejumlah pembudidaya ikan di wilayah Jawa Timur merespons positif langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekan rencana kenaikan harga pakan ikan oleh sejumlah industri pakan nasional.

Sebelumnya KKP meminta seluruh industri pakan nasional agar tidak melakukan kenaikan harga selama masa pandemi Covid-19. Hal itupun disetujui dan mayoritas perusahaan pakan nasional sepakat tidak menaikan harga pakan.

Staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Tsaqif Inayah mengatakan, saat ini harga pakan ikan di Jawa Timur secara umum batal naik, bahkan perusahaan yang semula terlebih dahulu menaikan harga pakan sebelum tanggal 1 April mengembalikan ke harga semula.

“Setelah tanggal 20 April kemarin ada harga pakan di beberapa kabupaten yang turun. Tapi ada juga yang masih tetap. Namun yang masih memberlakukan harga lama ini karena memang stock lama di agen masih ada dan mereka beli dengan harga lama. Tapi secara umum harga pakan tidak jadi naik dan yang terlanjur menaikkan, mereka berinisiatif untuk menurunkan harga sesuai arahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan,” ungkap Tsaqif.

Pembatalan kenaikan harga pakan ikan ini juga mendapat reaksi positif dari para pembudidaya. Mereka menilai dengan harga pakan yang stabil, beban biaya produksi dapat ditekan, sehingga masalah inefisiensi produksi bisa terpecahkan.

Dok. Pakan mandiri , solusi KKP untuk menekan biaya produksi pada perikanan budidaya (Foto: KKP)
Dok. Pakan mandiri , solusi KKP untuk menekan biaya produksi pada perikanan budidaya (Foto: KKP)

Bangun Adi Wahono, seorang pembudidaya asal Kabupaten Tulungagung, misalnya. Dia mengaku, selama ini harga pakan kerap menjadi masalah utama yang dihadapi dalam proses produksi mengingat lebih 70% komposisi biaya produksi adalah dari pakan.

“Kami menyambut baik harga pakan tidak jadi naik, melalui upaya ini kami berharap biaya produksi minimal dapat ditekan, dengan begitu nilai tambah masih bisa dirasakan. Utamanya dimasa pandemik COVID-19 produksi kami bisa bertahan,” ungkap Bangun.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, Sabtu (2/5) mengatakan bahwa KKP akan selalu hadir dalam memberikan solusi terutama dimasa kedaruratan seperti saat ini.

Pembatalan kenaikan harga pakan merupakan bagian dari peran Pemerintah untuk lakukan intervensi guna memastikan proses produksi tetap berjalan normal.

“Kami tahu ini sulit, tapi tentu kami berharap berbagai stimulus ekonomi untuk sektor industri termasuk pakan ini dapat meringankan beban cash flow perusahaan. Saya kira dimasa darurat yang dibutuhkan adalah kerja sama,” jelas Slamet.

“Perusahaan pakan dan pembudidaya ini kan ada dalam satu ekosistem bisnis, jadi sepatutnya saling memahami kondisi agar keduanya tetap berjalan. Kami KKP dan Dinas Kelautan dan Perikanan juga akan bersama-sama melakukan pemantauan harga di lapangan melalui tim yang sudah dibentuk,” imbuhnya.

Dok. Produksi pakan ikan (Foto: KKP)
Dok. Produksi pakan ikan (Foto: KKP)

Anang Hermanta, Presiden Direktur PT. Shinta Prima Feedmill, salah satu produsen pakan ikan mengaku bahwa sejak awal perusahaannya sudah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga pakan di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, pihaknya tahu betul situasi ekonomi di kalangan pembudidaya.

“Jadi kami lebih ingin usaha budidaya ini berjalan terus, jangan sampai mandek gara-gara petani rugi atau tidak bisa jual ikannya karena serapan pasar ikan yang rendah. Kalau produksi pembudidaya mandek, maka perekonomian tambah mandek, ada PHK dan pengangguran utamanya dari sub sektor perikanan budidaya. Termasuk pabrik pakan tidak akan ada artinya kalau usaha produksi yang dilakukan pembudidaya mandek,” jelas Anang.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments