Pembangunan Perikanan Budidaya di Musirawas Berkembang Pesat

91
KKP menyerahkan bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp2.042.000.000 kepada pelaku usaha perikanan di Musirawas dalam rangkaian pendampingan kunker reses Komisi IV DPR RI ke Kab. Musirawas, Sumatera Selatan, Jumat (29/3). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Musirawas – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja reses ke Kabupaten Musirawas Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (29/3). Turut mendampingi kunjungan tersebut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Wakil Bupati Musirawas, perwakilan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi, Direktur Irigasi dan perwakilan Kementerian Pertanian lainnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Musirawas.

Salah satu lokasi yang dikunjungi dalam Kunker kali ini yakni Desa M. Sitiharjo, Kecamatan Tugumulyo. Daerah ini merupakan salah satu kawasan pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Musirawas sekaligus daerah minapolitan. Melalui kunker ini, Komisi IV DPR RI bermaksud memastikan pengembangan perikanan budidaya dan sektor lainnya di daerah tersebut dapat berjalan dengan baik dan sinergis.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan, Musirawas merupakan salah satu daerah yang usaha pembudidayaan ikannya berkembang pesat. Terbukti dari jumlah kolam yang terus bertambah.

Untuk itu, dalam kunjungan ini, pemerintah dan DPR RI menghimpun masukan masyarakat terkait adanya kekhawatiran dari petani akan kekurangan pasokan air bagi sawah mereka. Pemerintah ingin memastikan pembangunan seluruh sektor yang  saling terkait seperti perikanan budidaya, pertanian, perkebunan, dan pengelolaan sumber daya air dapat berjalan saling sinergis tanpa ada gesekan di level masyarakat pemanfaat.

“Musirawas ini salah satu sentra perikanan budidaya yang sangat strategis dan perkembangannya begitu pesat di Sumatera bagian selatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan ikan di kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musirawas sendiri, ia juga mampu memasok berbagai jenis ikan air tawar untuk kabupaten maupun kota sekitarnya hingga ke kota Palembang, Bengkulu, dan Jambi,” jelas Slamet.

Menurut Slamet, untuk memenuhi permintaan pasar, produksi harian perikanan budidaya Kabupaten Musirawas bisa mencapai 193,78 ton. Komoditasnya pun bermacam-macam, seperti Nila, Mas, Lele, Patin, Gurame, dan Nilem. “Ini menunjukkan bahwa Musirawas benar-benar telah menjelma sebagai sentra perikanan budidaya,” imbuh Slamet.

Oleh karena itu, Slamet berharap agar perkembangan sektor perikanan budidaya yang begitu pesat ini dapat sejalan dengan perkembangan sektor lainnya. “Kita ingin agar semua sektor bisa berkembang seiring dan saling mendukung. Nanti lebih lanjut akan ada pembicaraan lebih lanjut di tingkat pusat antara KKP, Kementan, dan PUPR.”

Slamet juga menyampaikan, KKP akan segera membangun instalasi perikanan budidaya khusus untuk memproduksi calon induk (broodstock) dan benih ikan air tawar di Musirawas.

“Kelak instalasi atau broodstock ini akan mampu memenuhi kebutuhan calon induk dan benih ikan air tawar di pulau Sumatera. Pemda juga mendukung penuh dengan menyediakan lahan dan sarana prasarana perairannya,” jelasnya.

Disinggung terkait konsumsi ikan masyarakat Musirawas yang baru mencapai 35,84 kg/kapita/tahun, Slamet menyebut bahwa ada beberapa daerah yang terkesan menjadi paradoks, di mana produksinya tinggi namun konsumsi ikan per kapita penduduknya masih di bawah konsumsi per kapita nasional yang telah mencapai 50,69 kg/kapita/tahun. Oleh karenanya, ia mengimbau peningkatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Dalam kunjungan ini, Slamet menyerahkan secara langsung berbagai dukungan dari KKP berupa 4.800 ekor calon induk ikan Nila; 100.000 ekor benih ikan Mas; 100.000 ekor benih ikan Nila; 10.000 ekor benih ikan Gurame; 100.000 ekor benih ikan Patin; 100.000 benih ikan Nilem; paket budidaya ikan Lele teknologi bioflok; unit chest freezer dan bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp2.042.000.000; serta pembagian 1300 kartu KUSUKA bagi pelaku usaha perikanan di Musirawas.

Selain itu juga dilakukan panen 3 ton ikan Nila di kelompok Mina Sari, Desa M. Sitiharjo, Kecamatan Tugu Mulyo.

“Panen ikan ini merupakan hasil dari bantuan KKP tahun 2018 lalu. Kelompok ini mendapatkan bantuan benih ikan Nila 25.000 ekor dan saat ini sudah dapat dipanen. Ini merupakan bukti bahwa program-program KKP dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung,” ujar Slamet di sela-sela kegiatan panen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo kembali menyampaikan apresiasi dan rasa puasnya atas berbagai keberhasilan dan kemajuan pembangunan perikanan budidaya yang dilakukan KKP di berbagai daerah.

“Kehadiran kami ke sini untuk memastikan bahwa pembangunan perikanan dan juga sektor lainnya berjalan baik. Program dan bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kembali saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KKP karena telah mampu melakukan pembangunan perikanan budidaya dan manfaatnya dapat dirasakan seperti panen ikan tadi,” kata Edhy.

Sementara itu, Wakil Bupati Musirawas, Hj. Suwarti menyampaikan terima kasih atas dukungan KKP dan Komisi IV DPR RI dengan adanya berbagai program dan bantuan untuk pengembangan perikanan budidaya di Musirawas.

Sebagai informasi, produksi perikanan budidaya di Kabupaten Musirawas pada tahun 2018 sebesar 70.731,86 ton tumbuh positif dari tahun sebelumnya sebesar 65.709,00 ton. Luas lahan potensial di kabupaten ini mencapai 3.500 Ha dengan luas lahan eksisting 792,38 Ha. Kawasan perikanan budidaya meliputi kawasan Minapolitan yaitu Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Muara Beliti dan Daerah Penyangga Kecamatan Tuah Negeri, Sumber Harta, STL Ulu Terawas, Megang Sakti. Sedangkan jumlah pembudidaya ikan tercatat sebanyak 4.635 orang. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments