Pantau Kualitas Ikan di Tujuh Titik, BKIPM Manado Pastikan Hasilnya Negatif Formalin

62
Ilustrasi. Dok. istimewa

KKPNews, Manado – Mendekati Hari Raya Idul Fitri, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Manado bersama instansi terkait lainnya di Kota Bitung, seperti BPOM Manado, PSDKP Bitung, PPS Bitung, dan DKP Kota Bitung melaksanakan kegiatan monitoring mutu dan keamanan hasil perikanan di tujuh titik yakni Mulai dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, PT. Barumbun Jaya, Pasar Winenet, Pasar Cita, Pasar Girian, Pasar Sagerat, dan UKM Cakalang Asap “Promina” di Kota Bitung.

Adapun monitoring mutu dan keamanan hasil perikanan ini dilakukan selama empat hari. Adapun ikan-ikan yang diperiksa ialah mulai dari Tuna, Oci, Deho, hingga Cakalang yang dijual di pasar-pasar tradisional.

Kepala BKIPM Manado M Hatta Arisandi mengatakan dari hasil pemantauan tersebut, diyakini bahwa ikan yang berada di tujuh wilayah tersebut negatif mengandung formalin. “Kami lakukan pemeriksaan terhadap ikan-ikan yang didaratkan di TPI dan yang dijual di pasar-pasar tradisional. Jangan sampai ikan yang dijual ini sudah tidak layak konsumsi atau mengandung bahan berbahaya,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Minggu (26/5).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan pengujian mutu dan keamanan hasil perikanan yang dilakukan meliputi Organoleptik, ALT, E. Coli, Salmonella, Formalin, Logam berat hingga Histamin. Selain itu, hasil uji menunjukkan hasil yang baik, dimana hasil uji organoleptik rata-rata diatas 7 dan Negatif Formalin. “Tapi ada catatan kami yang harus diperhatikan bagi penjual adalah mempertahankan rantai dingin. Karena suhunya pada saat di lapangan semua tinggi, rata-rata diatas 20 derajat celcius. Ini cukup riskan untuk kelompok ikan tuna tongkol dan cakalang (TTC) dalam hal kandungan histamin,” pungkasnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, dapat diketahui mutu dan kualitas ikan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat serta dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga mutu ikan. “Tidak boleh menggunakan bahan-bahan tambahan yang berbahaya seperti formalin untuk menjaga mutu ikan,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments