Panen Perdana Lele Bioflok di Pondok Pesantren Tulang Bawang Lampung

230
Budidaya Lele Bioflok (Foto: KKP)

JAKARTA – Panen perdana lele bioflok di Pondok Pesantren Darussholihin Tebu Ireng 12, Tulang Bawang Barat, Lampung, menghasilkan 1,3 ton dari empat kolam atau bernilai sekitar Rp20,8 juta.

Ponpes Darussholihin Tebu Ireng 12 merupakan salah satu lembaga keagamaan penerima satu dari 10 paket bantuan pengembangan lele bioflok se-Provinsi Lampung. Satu paket yang terdiri terdiri dari delapan kolam bulat bioflok itu diberikan melalui BPBAT Sungai Gelam Jambi.

Pimpinan pondok pesantren Darussholihin, KH. Wahyudi Tohir menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan yang dicapai santri-santrinya. Dia juga berterima kasih kepada KKP atas bantuan yang diberikan melalui BPBAT Sungai Gelam Jambi.

Dia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga Ponpes, khususnya dalam meningkatkan konsumsi ikan untuk perbaikan gizi para santri, di samping untuk sarana belajar berusaha.

“Saya sangat optimis bahwa budidaya lele Bioflok ini menjanjikan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” jelas Kiai Wahyudi. Dia juga ingin agar terus mendapat pendampingan dari balai dalam pengelolaan kolam bioflok ini untuk siklus berikutnya.

“Agar hasilnya bisa lebih maksimal lagi ke depannya,” katanya.

Panen parsial lele di Pondok Pesantren Tebu Ireng 12, Tulang Bawang, Lampung
Panen parsial lele di Pondok Pesantren Tebu Ireng 12, Tulang Bawang, Lampung

Kepala BPBAT Sungai Gelam Jambi, Boyun Handoyo, mengatakan panen ini merupakan bagian dari 65 paket dukungan budidaya ikan sistem bioflok DJPB KKP melalui BPBAT Sungai Gelam tahun 2020.

Paket bantuan budidaya ikan sistem bioflok sebanyak 65 paket ini tersebar di 8 Provinsi, 38 Kabupaten/Kota se Sumater. Setiap kelompok memperoleh paket budidaya bioflok yang terdiri dari sarana prasarana dan perlengkapan operasional di antaranya 10 unit kolam bulat diameter 3 meter untuk budidaya lele sistem bioflok dengan 30 ribu ekor benih ikan lele dan 4 meter untuk budidaya nila sistem bioflok dengan 12 ribu ekor benih ikan nila beserta bangunan lantai, atap, instalasi listrik dan air, pakan, obat-obatan, dan vitamin.

“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerjasama seluruh pihak dan dukungan Pemerintah Daerah sehingga program ini dapat berhasil dengan jumlah panen yang melampaui target,” ungkapnya.

Bantuan kegiatan bioflok merupakan inovasi teknologi yang dilakukan melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme. Keterbatasan lahan dan air serta di tengah pandemi covid ini, ikan menjadi ketahanan pangan nasioanl bergizi sehingga kebutuhan kian meningkat untuk konsumsi, dan budidaya lele sistem bioflok ini merupakan salah satu alternatif usaha.

“Di samping itu, penggunaan pakan lebih efisien, serta dapat dikembangkan juga di perkotaan, jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta.

Slamet mengapresiasi kepada Bupati Tulang Bawang Barat serta jajarannya, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan yang terus membina masyarakat pembudidaya sehingga dengan kerjasama yang baik dengan DJPB, khususnya kerjasama teknis dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam bantuan bioflok yang diberikan di tahun 2020 ini sudah dapat dipanen.

Slamet juga meminta jajaran Dinas Perikanan beserta instansi terkait lainnya, agar terus mengupayakan penerapan sistem-sistem budidaya ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, ekonomis dan menguntungkan, serta tentunya membantu melakukan pengembangan atau antisipasi dalam hal pemasaran ikan yang dihasilkan oleh masyarakat pembudidaya.

“Saya terus mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB untuk terus melakukan penyebaran teknologi bioflok ke seluruh daerah. Selain itu agar pembudidaya terus mendukung program-program pemerintah melalui penerapan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) dan CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik). Karena ke depan ini menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global. Sehingga teknologi bioflok juga akan terasa keuntungannya jika pembudidaya mengikuti kaidah cara budidaya ikan yang baik,” tegas Slamet.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments