Optimalkan Produk Biofarmakologi Laut, KKP Perkuat Gerai Marine Spa Nusa Dua dan Rumah Produksi Biofarmakologi Nusa Penida

29
Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Bali – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk membantu kelompok masyarakat dan nelayan dalam optimalisasi produk bio-farmakologi laut seperti garam dan rumput laut. Komitmen in diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan pemerintah yang pertama di Indonesia kepada kelompok masyarakat dan nelayan dalam bentuk gerai marine spa kepada ibu-ibu istri nelayan anggota Kelompok Masyarakat Pengawas Kelautan dan Perikanan/ Koperasi Yasa Segara Bengiat di Nusa Dua Bali dan produksi sabun berbahan rumput laut kepada kelompok Noesa Berdaya, wirausaha muda dan ibu-ibu di Desa Toyopakeh, Pulau Nusa Penida Bali.

Demikian disampaikan Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) , Aryo Hanggono pada Launching Gerai Marine Spa dan Rumah Prouksi di Komplek ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (19/12).

Aryo Hanggono menambahkan bahwa sumber daya kelautan di Indonesia sangat melimpah, salah satunya garam dan rumput laut. Pemanfaatan garam dan rumput laut sebagai produk bio-farmakologi dapat memberikan manfaat ekonomis bagi nelayan.

“Produk garam dapat dijadikan bahan spa tradisional dan sabun, selain untuk konsumsi. Garam diolah dari air laut oleh petambak tradisional. Sementara, sabun dibuat dari bahan-bahan alami salah satunya rumput laut. Provinsi Bali menjadi contoh Gerai Marine Spa pertama di Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pariwisata Bali yang berciri khas tradisi dan adat istiadat dan kesejahteraan kelompok,” ungkap Aryo.

Melanjutkan pernyataan Plt. Ditjen PRL, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Suko Wardono  menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya membantu nelayan dan masyarakat  pesisir dan pulau-pulau kecil. “Pemerintah membantu nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan memanfaatkan potensi dan produk unggulan di desanya, salah satunya garam dan rumput laut,” tutur Suko.

Suko mengharapkan bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahtraan kelompok masyarakat. “Kelompok penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat yang telah dipilih dari hasil seleksi sesuai ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 11 Tahun 2019 dan berkomitmen memanfaatkan bantuan dengan baik,” tutup Suko.

Launching Gerai Marine Spa dan Rumah Produksi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Hadir dan turut menyaksikan kegiatan tersebut perwakilan dari Sesditjen PRL, Direktorat Jasa Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Perikanan Kab. Badung, dan kelompok masyarakat. (Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments