Ocean Summit ITB 2016 : Sambut Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

273

KKPNews, Bandung – Dalam upaya mempersiapkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Ocean Summit ITB 2016 dengan tema Teknologi Indonesia untuk Mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim bertempat di Aula Barat ITB, Bandung, Selasa (22/11).

Aryo Hanggono, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Ekologi dan Sumber Daya Kelautan mengatakan, potensi perikanan Indonesia sangat luar biasa. Oleh karena itu, sayang sekali jika tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Di Indonesia ada 3000 jenis ikan. Tidak ada bagian negara lain yang punya jenis ikan sebanyak kita. Sayang jika sumber daya melimpah tapi tidak kita manfaatkan. Luar biasa sekali potensi perikanan Indonesia. Itu baru perikanannya, belum rumput laut dan pariwisatanya,” ujar Aryo saat menjadi panelis di Ocean Summit ITB 2016.

Lebih lanjut Aryo mengungkapkan, kebijakan Pemerintah saat ini merupakan salah satu upaya dalam menyelamatkan sumber daya laut dan perikanan Indonesia dari kapal-kapal asing yang melakukan tindakan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

Salah satu kebijakan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), adalah dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 47 Tahun 2016 tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-RI).

“Stok ikan nasional 9,9 juta ton. Sekarang izin perikanan sangat selektif, seperti tercantum dalam Permen KP Nomor 47 Tahun 2016,” ungkap Aryo.

Jika kapal-kapal pelaku IUU Fishing tidak segera ditindak secara tegas, lanjut Aryo, kerugian Indonesia akan sangat besar. Hal ini karena potensi perikanan Indonesia yang nilainya tidak kecil.

“Satu kapal asing bisa dapat 200 ton ikan, berarti kira-kira nilainya 6 miliar. Bayangkan jika ada ribuan kapal asing yang melakukan illegal fishing di Indonesia. Jadi jangan dianggap perikanan Indonesia adalah sesuatu yang nilainya kecil. Potensi perikanan kita nilainya sangat besar,” ujar dia.

Kebijakan izin perikanan yang selektif dan pemberantasan kapal-kapal asing pelaku IUU Fishing sejalan dengan visi Pemerintah Jokowi-JK yaitu laut masa depan bangsa. Indonesia sudah selayaknya memiliki kedaulatan laut yang penuh.

Dalam kesempatan yang sama, Aryo mengungkapkan rencana KKP untuk membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di beberapa wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, diperlukan sinergi yang baik antar-stakeholder untuk mewujudkan laut masa depan bangsa.

“KKP punya rencana pembangunan 20 SKPT, semoga ini bisa kerja sama dengan tol laut juga. Ada juga sinergi lintas sektor. Ke depan ada pembangunan implusif. Jadi nanti kebijakan adalah hasil proses musyawarah dari berbagai stakeholder. Kita akan menekankan kepada tracebility dan transparansi,” ungkap Aryo. (RA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (50.0%)
  • Terhibur (16.7%)
  • Senang (16.7%)
  • Tidak Peduli (16.7%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments