Nelayan Batal Melaut Akibat Asap

124
ilustrasi kabut asap di laut www.aktual.com

MedanBisnis – Tapaktuan. Panglima Laot Kabupaten Aceh Selatan M Jamil mengatakan, beberapa hari terakhir ratusan nelayan di daerah itu terpaksa membatalkan niatnya pergi ke laut untuk mencari ikan, gara-gara kabut asap pekat dan tebal semakin parah menyelimuti wilayah laut daerah itu.

“Berdasarkan laporan para nelayan, dalam jarak pandang satu mil laut sudah tidak nampak lagi wilayah daratan, bahkan dalam jarak pandang satu kilometer pandangan mata di tengah-tengah lautan sudah remang-remang,” kata Jamil saat dihubungi di Tapaktuan, Rabu (7/10).

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan nelayan terpaksa membatalkan rencananya pergi ke laut dan lebih memilih menganggur di daratan.

Sebab, dengan kondisi seperti itu menyulitkan para nelayan, baik yang menggunakan boat di bawah 10 GT maupun di atas 30 GT dalam memutar haluan kemudi termasuk dalam mencari titik lokasi keberadaan ikan di tengah-tengah lautan.

“Jika terus dipaksakan, tidak tertutup kemungkinan sangat rawan terjadi kecelakaan di tengah-tengah laut, sebab jarak pandang sekitar satu km sudah remang-remang, tidak terlihat lagi dengan jelas,” ucapnya.

Pihaknya meminta pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menanggulangi bencana kabut asap yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.
“Bencana kabut asap yang semakin parah ini, tidak hanya dikeluhkan oleh para nelayan tapi sudah menjadi penderitaan masyarakat luas. Oleh karena itu kami berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah penanganan secara konkrit,” katanya.

Terpisah seorang warga Kecamatan Meukek, Tahta Amrullah melaporkan, bencana kabut terpantau semakin parah. Jika sebelumnya bencana kabut asap hanya menyelimuti wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya dan Kluet Raya, saat ini telah merambah ke wilayah Kecamatan Tapaktuan sampai Meukek.

“Jarak pandang terganggu, dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah telah mengeluhkan mata perih. Kami mengkhawatirkan jika kondisi ini tidak cepat diatasi, sangat berpotensi masyarakat terjangkitnya penyakit ISPA,” ujar Tahta.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Erwiandi SSos MSi yang dikonfirmasi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmad Humaidi ST mengatakan, menyikapi semakin parahnya bencana kabut asap di daerah itu, kemarin pihaknya kembali membagikan 3.000 lembar masker kepada masyarakat Kecamatan Tapaktuan.

“Sebelumnya kami bersama Dinkes, PMI, Satgas SAR dan relawan RAPI telah membagikan masker sebanyak 6.000 lembar kepada masyarakat di Kecamatan Trumon Raya. Kelanjutan dari itu, pada hari ini (Rabu) kami kembali membagikan masker sebanyak 3.000 lembar kepada warga Tapaktuan,” sebutnya.

Dan pihaknya telah mengusulkan tambahan masker kepada BPBA Provinsi Aceh sebanyak 10.000 lembar, sehingga masyarakat yang belum memperoleh dapat segera disalurkan. (hendri z).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments