Mufidah Kalla Apresiasi Kinerja KKP

143
Menteri Susi melakukan peninjauam di bazar produk kelautan dan perikanan. KKP

KKPNews, Jakarta. Pada puncak perayaan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS), Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla mengapresiasi kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah tegas menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing. Hal tersebut mengingat peran penting ikan sebagai ketahanan pangan dan gizi nasional.

“Maka sudah sangat tepat apa yang dilakukan oleh KKP untuk menjamin ketersediaan dan pasokan ikan nasional dengan memerangi para pelaku illegal fishing dan pengguna alat tangkap yang tidak ramah lingkungan”, ucapnya saat sambutan pada puncak HARKANNAS 2015, di Lapangan Parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu (22/11).

Pemberantasan illegal fishing, lanjutnya, diyakini dapat mendukung kelestarian laut dan sumber daya ikan yang ada di dalamnya. Penenggelaman kapal juga dapat dimaknai komitmen kepada masyarakat Indonesia, bahwa pemerintah serius menjaga laut sebagai lumbung gizi masyarakat.

“Upaya tersebut juga dapat dimaknai sebagai komitmen menjaga laut sebagai lumbung gizi masyarakat”, tegasnya.

Dia pun menjelaskan, pasokan ikan yang telah diselamatkan, bukan saja berfungsi sebagai sumber ketahanan pangan dan gizi nasional. Tapi juga sebagai penggerak ekonomi nasional dan penghasil devisa negara. Dia pun mendorong sektor kelautan dan perikanan untuk terus berperan di masyarakat.

“Saya mendorong sektor kelautan dan perikanan terus berperan mempertahankan ketahanan pangan dan gizi nasional.Termasuk juga berkontribusi masalah gizi dan kelahiran pendek.”, jelasnya.

Di akhir sambutan, Mufidah Kalla mengaku senang karena pasokan ikan yang tersebar di pasar saat ini dibandrol dengan harga murah dan masih segar.

“Saya betul-betul merasa gembira sekarang, harga ikan murah dan masih segar. Tidak mati ketiga,” akunya.

(MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments