Moratorium Kapal Asing Mampu Tingkatkan PAD

106
Dirjen PSDKP KKP Nilanto Perbowo berbicara pada Seminar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema Kedaulatan Laut dan Industri Perikanan di Ruang Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (19/01). Dok. Humas KKP/Handika Rizki R

KKPNews, Jakarta – Kebijakan moratorium kapal asing berdampak terhadap meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di berbagai daerah. Hal ini terjadi karena  nelayan lokal bisa lebih leluasa menangkap ikan di wilayahnya sendiri.

Kebijakan moratorium kapal asing dan pelarangan bongkar muatan di tengah laut (transshipment) yang diberlakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Oktober 2014 lalu telah membuka peluang yang sangat luas bagi nelayan lokal untuk menikmati sumber daya laut Indonesia yang dulu dijajah kapal asing.

“Moratorium kapal asing telah menekan potensi kerugian daerah. Misalnya, PAD Papua yang dulu hanya 1 banding 1.000 dengan keuntungan kapal asing, kini berpotensi meningkat Rp1,5 triliun per tahun,” papar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDPKP) KKP Nilanto Perbowo, pada Seminar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema Kedaulatan Laut dan Industri Perikanan di Ruang Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (19/01).

Selain di Papua, Nilanto menyebutkan, dampak baik dalam kebijakan moratorium kapal asing juga terlihat dalam peningkatan jumlah produksi di pelabuhan basis kapal lokal. Produksi di 10 pelabuhan kapal meningkat dari 83.000 ton pada 2014 menjadi 146.000 ton pada 2015 atau meningkat 76 %. Artinya, pengelolaan kekayaan sumber daya laut mulai dikembalikan kepada nelayan dalam negeri.

“Dampak kepada nelayan Indonesia sangat positif. Jumlah nelayan mulai meningkat begitu pula Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tandas Nilanto. (Muhammad Fadel Widyarama/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments