MORATORIUM BERAKHIR, MENTERI SUSI INGATKAN PELAKU USAHA PATUHI ATURAN

747
KKP

KKPNews, Jakarta. Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengingatkan kepada pelaku usaha perikanan untuk melakukan bisnisnya sesuai dengan regulasi dan ketentuan aturan yang berlaku.

 “Business as usual saat ini beda dari yang dulu. Saat ini harus sesuai peraturan yang ada. Untuk kapal yang melaut harus memiliki ijin tangkap, ijin wilayah tangkap dan surat layar,” ujar Susi dalam rapat bersama Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) dan Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN), di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (2/11).

 Pernyataan Menteri Susi ini terkait dengan berakhirnya penghentian sementara (moratorium) Menteri Kelautan dan Perikanan terkait izin usaha kapal eks-asing yang habis pada 31 Oktober 2015 lalu. Moratorium ini sudah berakhir karena sudah tidak ada arahan untuk diperpanjang oleh Presiden Republik Indonesia.

 Menteri Susi mengatakan, setelah masa moratorium ini selesai, proses perizinan bagi kapal eks-asing akan kembali seperti semula. Nantinya, kapal yang ingin mengajukan izin harus menyertakan syarat-syarat, seperti mendapat hasil analisis wilayah pengelolaan perikanan (WPP).

 “Moratorium sudah selesai atau berakhir. Tapi jangan diartikan, kapal sebanyak 1300 itu bisa melaut lagi. Harus sesuai dan memenuhi aturan yang ada untuk dapat melaut kembali.”

 Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat mengeluarkan kebijakan moratorium bagi kapal eks asing. Moratorium tersebut berisi penghentian untuk mengeluarkan izin baru bagi kapal baru. Selain itu, tidak memperpanjang izin kapal yang sudah habis masa berlakunya dan mengkaji kembali izin yang sudah dikeluarkan terkait dengan kepatuhan dan kedisiplinan yang telah diatur sebelumnya.

 Moratorium itu juga akan melarang kegiatan bongkar muat di tengah laut seperti yang selama ini terjadi sehingga ikan hasil tangkapan tidak memberikan pemasukan bagi negeri. Jika hal tersebut dilanggar, maka izin kapal akan dibekukan. (RP/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (75.0%)
  • Takut (25.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments