Meriahnya Peringatan Hari Segitiga Karang 2019 di Nusa Tenggara Barat

15

KKPNews, Mataram – Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilker Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama mitra telah melaksanakan peringatan Hari Segitiga Karang (Coral Triangle Day – CT-day) dan Hari Penyu Dunia (World Sea Turtle Day) 2019 yang dibarengkan dengan Hari Raya Lebaran Topat pada tanggal 12 Juni 2019 di Pantai Peneluran Penyu Mapak Kota Mataram. Suasana sangat ramai riuh oleh peserta dan warga masyarakat Lombok.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelepasan dua ekor tukik hasil penangkaran Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M) secara simbolis oleh Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh dalam rangkaian Lebaran Topat di Pantai Loang Baloq, tidak jauh dari Pantai Mapak. Walikota bertekad bersama untuk mulai program pelestarian penyu di Kota Mapak.

Kegiatan selanjutnya dilangsungkan di Pantai Mapak, dihadiri oleh Dinas Perikanan Kota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Mataram, TNI AL Mataram, Polair NTB, PLN, Angkasa Pura, Wildlife Conservation Society, TVRI Mataram, Komunitas Penyelam (Kapela) NTB, dan warga masyarakat Lombok yang sedang berlebaran Topat di Pantai Mapak.

Lomba Mewarnai gambar biota dilindungi – Penyu menjadi acara pembuka tambahan sebelum acara inti. Tercatat lebih dari 40 peserta mewarnai yang mengikuti lomba, mulai dari anak usia TK hingga mahasiswa. Sebagai juara dipilih tiga peserta terbaik dengan pewarnaan yang paling bagus menurut dewan yuri dari Universitas Mataram. Hadiah berupa uang tunai bantuan pendidikan konservasi diberikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara.

Pada saat yang bersamaan, tim penyelam dari Kelompok Penyelam (Kapela) NTB bersama melakukan pembersihan sampah di bawah air (underwater clean-up) di perairan depan Pantai Mapak. Hasilnya terkumpul sejumlah sampah yang ada disela-sela karang. Sebagian besar orang tidak menyangka bahwa terdapat gugusan terumbu karang di depan Pantai Mapak yang cukup panjang yang sangat potensial dikembangkan bersama dengan Pantai Mapak sebagai kawasan pelestarian Penyu dan Terumbu Karang di Kota Mataram.

Setelah lomba kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan peringatan CT-Day dan Hari Penyu Dunia oleh perwakilan dari BPSPL Denpasar. Tema sentral peringatan ini adalah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk peduli dan beraksi menjaga kelestarian terumbu karang dan biota laut penyu.

Peran lebih banyak diharapkan dari para perempuan pesisir yang memiliki kapasitas lebih dari pada pihak lain. Mereka dapat mengendalikan sampah (plastik) dari rumah tangga dan dapat membantu mendukung upaya pelestarian penyu dengan menyediakan makanan berupa ikan-ikan afkir. Di hadapan ratusan peserta dan pengunjung, kemudian disampaikan pengetahuan tentang jenis-jenis ikan yang dilindungi, mulai dari penyu, cetasea, hiu, ikan napoleon, dan kerang-kerangan.

Peserta diberikan hadiah doorpize berupa stiker jenis-jenis ikan dilindungi dan botol minum (tumbler), sekaligus air isi ulang yang dapat diambil oleh peserta yang tersedia dalam galon-galon air yang telah disiapkan oleh panitia. Doorprize dan penyediaan air minum ini dimaksudkan sebagai edukasi dan kontribusi dalam pengurangan dan sampah plastik yang menurut penelitian mengancam kelestarian sumberdaya alam.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan melepas dua ekor induk Penyu Lekang yang sebelumnya mendarat bertelur di Pantai Mapak. Sebelum dilepaskan dua ekor penyu tersebut ditandai (di-taging) dengan peralatan yang disediakan oleh BKSDA NTB. Penyu induk ini tampak sangat bahagia dapat kembali ke habitatnya disaksikan diiringi oleh doa oleh ratusan warga masyarakat Lombok yang sedang merayakan Lebaran Topat.

Selain dua ekor induk Penyu tersebut, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk melepaskan 30 ekor tukik penyu umur satu mingguan hasil penangkaran Kerabat Penyu Lombok di Kuranji, tidak jauh dari Pantai Mapak. Pelepasan tukik ini diatur dengan perlombaan (turtle racing). Masyarakat berlomba untuk mengantarkan tukik lebih cepat ke habitat penyu di Laut, Selat Lombok.

Setelah jeda rehat sejenak, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan sampah plastik di kawasan Pantai Mapak oleh seluruh peserta dan warga masyarakat. Terkumpul sekitar 95 kilogram sampah plastik yang selanjutkan diserahkan kepada KP2M untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di sela-sela kegiatan ini, peserta Mahasiswa Universitas Mataram melakukan pemasangan papan-papan edukasi pelestarian penyu di dekat kolam penampungan penyu. Sekitar 50 papan nama dari plat seng berhasil menghiasi kawasan pelestarian penyu dengan pesan-pesan konservasi yang bervariasi.

Acara ditutup dengan menikmati pemandangan matahari terbenam di ufuk barat di balik perkasanya Gunung Agung diiringi deburan ombak Selat Lombok yang terkadang cukup keras. Happy CTday and Wolrd Sea Turtle day. (BPSPL Denpasar/PRL).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments