Menteri Susi : TNI AL Harus Dibelikan Kapal LPD

567
JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akan mendorong pemerintah agar TNI Angkatan Laut (AL) dapat membeli enam sampai delapan kapal besar level LPD (landing platform dock). Dengan begitu pengamanan laut akan makin kuat sehingga tidak ada lagi kesempatan bagi pelaku illegal fishing untuk beraksi.
Ia mengatakan bahwa satuan petugas (Satgas) IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) KKP ini lebih kepada penyidikan, monitoring, administrasi hukum dan advokasi di Indonesia. Sementara pengamanan laut secara fisik tetap dilakukan oleh Angkatan Laut.
“Untuk itu TNI AL harus dibelikan enam sampai delapan kapal besar level LPD (landing platform dock) yang panjangnya sekitar 140 meter, untuk menempatkan helikopter dan pesawat,” ucap Susi di Kantor KKP, Rabu (30/9).
Ia mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut nanti bisa ditempatkan di Malaka, Natuna, Sulawesi, lalu di Laut Arafura, dan perbatasan Timor Leste.
Menurutnya, tambahan armada kapal ini sangat penting, dan jangan dilihat berapa harganya. Ia memperkirakan harga satu kapal LPD sekitar Rp 3 triliun.
“Hanya dengan Rp 15 triliun sudah bisa mendapatkan lima kapal,” ujarnya.
Susi menyampaikan bahwa sekarang KRI (kapal perang) besar milik TNI AL hanya ada empat, sehingga ini sudah saatnya ditambah untuk memperkuat pertahanan.
Selain itu, TNI AL juga perlu diberi armada pesawat terbang kurang lebih 20 unit. Karena pesawat udara juga sangat penting untuk memantau aktifitas kapal-kapal di laut, sementara kapal yang besar untuk standby.
“Kemudian Polair (polisi air) juga mesti dibantu ditambahkan kapal-kapalnya untuk menjaga pelabuhan-pelabuhan tikus yang jumlahnya ribuan di Indonesia,” tuturnya.

Sumber : Sinar Harapan

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments