Menteri Susi Semangat Komandoi Eksekusi Viking

368

KKPNews, Pangandaran – Kapal FV Viking telah didemosilikan  dengan cara dikandaskan oleh Satgas 115 di Pantai Barat Pangandaran, Senin (14/3).

Kapal FV Viking ini telah mengakhiri kisahnya di laut lepas. Pada awalnya, kapal tersebut tertangkap di Kepulauan Riau pada tanggal 24 Februari  2016. Tak lama dari itu, Interpol Norwegia dan Kanada menginvestigasi kapal tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 9 Maret 2016. Keesokan harinya, kapal FV Viking dibawa ke Pantai Pangandaran untuk siap didemosilikan. Kemudian akhirnya, pada Senin siang hari (14/3) kapal diledakkan di Pantai Barat Pangandaran.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115 memberikan aba – aba hitungan mundur kepada tim yang bertugas meledakkan lambung kapal. ” Dengan hitung mundur, peledakan kapal dimulai 5.. 4.. 3.. 2.. 1..” komando Susi di Pantai Barat Pangandaran, Senin (14/3).

Turut hadir dalam pengkandasan kapal FV Viking antara lain Perwakilan Duta Besar Norwegia, Bupati Pangandaran, TNI Angkatan Laut, Staf-staf Kementerian Kelautan dan Perikanan. Warga sekitar termasuk para nelayan turut menyaksikan pengandasan kapal tersebut.

Kapal FV Viking merupakan kapal yang sudah menjadi buruan dari berbagai negara. Kapal ini telah beredar dan melakukan aktivitas illegal fishing di berbagai perairan dunia, seperti Laut Antartika, Laut Pasifik, dan termasuk Laut Indonesia. Indonesia cukup bangga karena menjadi negara yang telah berhasil menangkapnya.

“Kita bersyukur karena kita sudah berhasil menangkapnya. Dan hari ini kita jadikan kapal tersebut menjadi monumen sebagai tanda ketegasan dari kita.” tutur Susi.

Kapal FV Viking tertangkap di perairan Bintan dalam keadaan mesin mati. Kapal ini terbukti melakukan tindakan illegal fishing dan merupakan kapal yang tidak  berkebangsaan (stateless vessel).

(FA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (81.8%)
  • Senang (9.1%)
  • Tidak Peduli (9.1%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments