Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Bukti Kedaulatan Indonesia

94
dok.humas KKP

KKPNews, Jakarta – Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Satgas 115 kembali menenggelamkan 125 Kapal pelaku Illegal Fishing serentak di 11 lokasi di seluruh Indonesia.

Penenggelaman dalam rangka hari kemerdekaan tersebut, dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115) di Bitung, Sulawesi Utara, Senin (20/8).

“Kita juga ingin nilai-nilai kedaulatan ini mewarnai hari kemerdekaan kita,” jelas. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti..

Menteri Susi menegaskan bahwa penenggelaman kapal pencuri ikan sejalan dengan konsitusi dan turut menegakkan kedaulatan di wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia

“Ini merupakan sumbangsih dari berbagai lembaga, terutama di bawah Satgas 115, PSDKP KKP, Bakamla, TNI AL, Polri, dan Kejagung, bahwa penegakkan hukum dan perlindungan sumber daya laut ini sangat penting bagi kita,” ujar Menteri Susi.

Menteri Susi menambahkan, tindak penenggelaman ini memang dilaksanakan bertepatan pada rangkaian momen hari kemerdekaan Indonesia sebagai wujud nyata dari upaya memberikan pesan bernuansa kemerdekaan RI untuk kembali menegakkan kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia.

Menteri Susi juga menegaskan bahwa penenggelaman kapal mempunyai ketetapan hukum yang kuat.

“Penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal,” ujar Menteri Susi.

Menteri Susi menyatakan bahwa tindak penenggelaman ratusan kapal asing ilegal tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera, sehingga kawasan perairan Indonesia terbebas dari tindak penangkapan ikan yang tidak berlisensi legal. Menteri Susi berharap dengan tindak peledakkan kapal pencuri ikan secara intensif, pelaku lain yang beniat untuk mencuri ikan secara ilegal tidak berani lagi menangkap ikan di Indonesia.

“Kerja sama antar instansi yang dijaga dengan amat baik hingga saat ini dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pemerintah Republik Indonesia dalam mengelola sumber daya perikanan dan memberantas IUU Fishing,” ujarnya.

Sebelumnya, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) turut mengutarakan harapannya supaya pemerintah tetap dapat terus melanjutkan serta meningkatkan intensitas pemberantasan pencurian ikan di wilayah perairan nasional.

Melalui Ketua Harian Iskindo, Moh Abdi Suhufan, Iskindo menyatakan harapan kepada pemerintah pusat “Iskindo mengusulkan kepada Presiden untuk tetap konsisten memberantas dan mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, yang tidak diatur dan tidak dilaporkan, serta penangkapan ikan yang merusak menuju perikanan berkelanjutan,” tutur Moh. Abdi.

Hingga saat ini, jumlah kapal pelaku illegal fishing yang telah ditenggelamkan sejak Oktober 2014 berdasarkan data KKP adalah sebanyak 488 kapal, dengan rincian Vietnam 276 kapal, Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, Tiongkok 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa negara 1 kapal. (Damar Seno Aji/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments