Menteri Susi Minta Ibu PKK Sediakan Banyak Menu Protein Ikan

217

KKPNews, Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta kepada Ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ada di Indonesia untuk mulai lebih banyak menyediakan menu makanan di rumah yang kaya akan protein ikan untuk anak-anak mereka. Dengan berkreasi membuat berbagai makanan olahan dari ikan tersebut, anak-anak diyakini akan jauh lebih menyukainya.

“Ibu-ibu  PKK, sediakan makanan protein ikan. Anak akan sehat dan pintar. Anak-anak yang seperti ini tidak akan merepotkan karena tidak gampang sakit,” ujar Susi dalam sambutannya di acara Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional Ke-13, Indonesia Ornamental Fish and Non Edible Product Expo (INOFEX) 2015, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/11).

Untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan tersebut, lanjut Susi, dirinya bertugas untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan agar ketersediaan akan ikan berkelimpahan. Tugas ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakannya demi terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia. Pemberatasan illegal fishing tersebut mulai memperlihatkan dampaknya, tergambar dari kenaikan jumlah ikan di pasar lokal sebanyak 240 persen dan pertumbuhan perikanan sebanyak 8,9 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut Susi, tujuan utama pemberantasan illegal fishing memang untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Namun menjaga kedaulatan sumber protein anak bangsa untuk tumbuh menjadi sehat, generasi pintar sehingga dapat bersaing di era globalisasi ini, baik secara regional maupun global, merupakan tujuan penting lainnya yang harus dilaksanakan.

“Berarti pasar lokal Indonesia telah telah tersuplai 240 kalinya dibanding sebelumnya. Seharusnya sekarang sudah banyak ikan hasil laut lainnya di pasar lokal Indonesia. Saya mengerti harga ikan belum bisa murah sekali, tetapi bila dibandingkan harga daging, jauh lebih murah dan lebih sehat ikan,” tuturnya.

(RP/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments