Menteri Susi : Kinerja Empat Tahun Satgas 115 Dinilai Baik

288
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan penghargaan kepada jajaran anggota Satgas 115 yang berprestasi (21/11). (Humas KKP/Joko Siswanto)

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Pemberantas Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115), menyaksikan upacara serah terima jabatan Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satgas 115, Laksdya TNI Wuspo Lukito yang saat menjabat sebagi Wakil Kepala Staf TNI AL, menggantikan Kalakhar Satgas 115 sebelumnya Laksdya Ahmad Taufiqqurahman yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta pada Rabu (21/11).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi mengatakan, dalam empat tahun terkahir, kinerja Satgas 115 dinilai telah membuahkan hasil yang baik. Mulai dari penangakapan kapal illegal fishing, hingga menguak kejahatan lainnya, seperti penyelundupan narkotika hingga human traficking. “Dari bukti yang kita dapat selama empat tahun ini, karena kait mengakit dengan narkoba, kait mengkait dengan perdagangan manusia, kait mengkait dengan perbudakan, kait mengkait dengan pencucian uang, kait mengkait tentang pencucian ikan, juga barang-barang atau binatang langka yang dilindungi oleh states. Ternyata kejahatan ikan bukan tentang ikan dicuri saja, ternyata juga tentang penyelundupan,” ujar Menteri Susi.

“Pak Taufieq juga salah satu yang mengawal satgas hingga saat ini bekerja dengan baik. Dunia mengakui. Bahwa satgas 115 merupakan salah satu task force yang ditakuti dan menurut saya itu luar biasa,” tambahnya.

Selain itu, Menteri Susi juga mengingatkan, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki cakupan pekerjaan yang terdiri dari dua wilayah, yakni kelautan dan perikanan. Ia menilai, pengelolaan yang dilakukan KKP saat ini masih terpusat pada sektor perikanan saja. Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar ke depan, KKP maupun Satgas 115 tidak hanya fokus ke sektor perikanan, tapi juga kelautan. “Saat ini kita hanya memakai perikanannya. Kelautannya belum. Apa yang ada dalam kelautan? Gas, minyak, tambang di laut, kabel (bawah laut), pesisir, semuanya yang menyentuh laut ya ada dalam kelautan itu sendiri. Tanker ilegal, ship to ship di laut. Kemudian timah ilegal, tambang timah ilegal, itu semua seharusnya menjadi satu aksi yang dilakukan oleh KKP,” jelasnya.

“Saya berharap, awal tahun 2019 kita bisa meng-excersice kelautan kita. Saya berharap, tambang ilegal, minyak ilegal, timah ilegal, dan lain-lain yang ilegal di laut segera kita tertibkan. Dan itu akan mengembalikan surplus dari pada nilai ekonomi Indonesia yang tadinya selalu di bawah,” lanjut Menteri Susi.

“Ada pe-er yang belum kita selesaikan, yakni destructive fishing. Pengeboman dan lain-lain. Masih banyak pe-er kita. Saya berharap kita bahu membahu, prestasi kita tiap tahun, ada empat ini bisa lebih banyak lagi. Saya juga berterimakasih atas kesempatan sebagai dansatgas untuk bisa memberikan arahan dan komandonya kepada Bapak-bapak semua. Dan dengan kekompakan lah, nama satgas 115 dan semua pengakuan kepada saya, itu sebetulnya pengakuan kepada satgas 115. Bukan kepada saya pribadi. jadi tanpa kekompakan di bawah, saya bukan siapa-siapa,” tutupnya.

Sementara itu Laksdya Ahmad Taufiqqurahman, mengungkapkan kesempatan dirinya berada dalam tubuh Satgas 115 sangat memberi pelajaran dan kesan yang baik. “Terkait dengan Satgas 115, kebetulan saya ikut dari pembentukkan pertama, dan saat itu saya sedang cari bentuk bagaimana cara kerja satgas ini. Karena kalau kita ngikutin dari Perpres itu sebenarnya powerfull. Karena dari situ boleh mengendalikan. Tetapi dalam perjalanannya, ternyata tidak semudah apa yang ada di atas kertas,” jelasnya.

“Tetapi, dengan mengedepankan azas-azas operasi militer, selain perang, yaitu lebih mengedapankan unity of effort dibandingkan unity of command, sehingga kita terjalin kerja sama yang luar biasa,” pungkasnya.

Dalam kesampatan yang sama Laksda TNI Wuspo Lukito menyampaikan harapan sekaligus memperkenalkan dirinya di lingkungan Satgas 115. “Sebelumnya saya berterimakasih kepada Pak Taufieq, yang telah meneladani segala macamnya. Saya berharap, semoga kinerja saya dapat sama seperti Pak Taufieq. Saya juga memohon kerjasamanya dari teman-teman Satgas 115. Semoga kami semua dapat menjadi tim yang solid,” ungkapnya. (Marisa Dwi Kusuma Wardani)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments