Menteri Susi Kawal Pergerakan 9 Kapal Eks Tiongkok yang Dilarikan

580
9 Kapal Eks Asing di Pelabuhan Umum Pomako,Tampak Belakang.

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaruh perhatian khusus atas dibawa larinya sembilan kapal asing eks Tiongkok dengan bobot mati rata-rata 300 GT dari Pelabuhan Pomako, Timika, Papua.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kepada satuan kerja dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP untuk mencari keberadaan kapal-kapal eks asing tersebut.

“Saya meminta agar seluruh satuan kerja PSDKP mencari dimana kapal-kapal eks asing itu berada, untuk meningkatkan pengawalan dan pengamanan bersama-sama dengan Lanal TNI AL dan Polair Baharkam Polri dengan arahan dari Satgas 115”, kata Susi saat konferensi pers di Jakarta, Senin (11/1).

Langkah selanjutnya, Menteri Susi meminta pengawalan dan pengamanan pada 715 kapal eks asing yang tersebar di 26 pelabuhan menggunakan mekanisme dengan melumpuhkan kapal-kapal tersebut sehingga tidak dapat melakukan pergerakkan. Kedua adalah dengan mengaktifkan transmitteruntuk seluruh kapal. Ketiga adalah dengan penguatan sinergi dan koordinasi antar lembaga pemerintah, yakni Satker PSDKP, Lantamal/Lanal TNI-AL, dan Polair Baharkam Polri dengan arahan dari Satgas 115.

Selain itu, Menteri Susi juga meminta agar kapal-kapal yang ada saat ini dapat di deregistrasi kembali. Deregistrasi kapal bertujuan untuk mengetahuikapal-kapal yang tidak terlibat tindak pidana dan yang tidak termasuk dalam daftar hitam perusahaan maupun kapal-kapal eks asing.

Peningkatan kerja sama internasional pun dilakukan untuk mendeteksi kapal- kapal yang dilarikan. Terutama kerja sama dengan negara yang memiliki satelit pemantauan seperti Australia, Amerika Serikat dan Norwegia. Susi juga meminta Interpol untuk segera menerbitkan Red Notice dan bekerjasama dengan negara-negara yang terdapat ABK di dalamnya. Susi juga meminta Satgas 115 memanggil dan meminta duta besar Tiongkok untuk Indonesia agar melakukan ekstradisi.

“Saya akan memanggil dubes Tiongkok untuk mengekstradisi kapal maupun ABK yang yang diduga kuat melakukan tindak pidana. Hal ini merupakan bagian dari flag state responsibility berdasarkan hukum internasional yang relevan”, tutupnya.

Sembilan kapal eks Tiongkok telah dibawa lari pada 30 Desember 2015 lalu. Menurut laporan, ke sembilan kapal itu membawa 39 ABK Tiongkok, dimana 8 orang sebelumnya telah ditugaskan untuk menjaga kapal-kapal tersebut.

(MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (87.5%)
  • Senang (12.5%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments