Menteri Susi Ingin Pelestarian Terumbu Karang Dioptimalkan

384
KKP

KKPNews, Manado –  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastutui ingin mengoptimalkan pelestarian terumbu karang secara berkelanjutan. Dia menilai, pelestarian ini untuk mendorong komitmen lokal, nasional, regional dan global dalam membangun manajemen jaringan global untuk konservasi laut.

“Manajemen jaringan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang cara pengelolaan untuk mencapai konservasi jangka panjang dan pemanfaatannya, untuk dapat  memastikan lingkungan pesisir dan laut yang tetap sehat, termasuk ekosistem terumbu karang”, jelasnya dalam Gala Dinner The 1st RegionalWorkshop on Combating IUU Fishing and Sustainable Fisheries Exercise dan Pembukaan The 11th CTI-CFF Senior Officials Meeting (SOM 11), di Manado, Selasa (1/12).

Oleh karena itu, Susi menilai pentingnya mengembangkan sistem informasi yang lebih baik tentang pengelolaan terumbu karang untuk membangun sistem pemantauan dan evaluasi yang dikelola dengan baik. Kemudian, Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dalam manajemen terumbu karang. Hal ini sangat penting bagi pemerintah Indonesia sebagai faktor kunci untuk mempertahankan terumbu karang.

“Isu-isu ini akan mencakup beberapa hal teknis seperti desain ilmiah berdasarkan sistem pendukung keputusan, pengembangan kapasitas, harmonisasi perencanaan tata ruang, hubungan dan integrasi, pendanaan berkelanjutan dan pelaksanaan di lokasi proyek,” lanjutnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia dan beberapa beberapa pihak negara lain yang terlibat telah menyaksikan terjadinya tonggak penting, yakni The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security atau CTI CFF. Enam negara Coral Triangle (CT6), yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste telah menandatangani “Leaders’ Declaration”  pada tahun 2009. Penandatanganan ini sebagai upaya pemerintahan kelautan regional terbesar di dunia – Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF).

Selain masalah terumbu karang, Susi mengatakan saat ini pemerintah Indonesia juga sedang berurusan dan menyaksikan sebuah kejahatan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing atau dikenal sebagai IUU Fishing, yang merupakan masalah seluruh dunia. IUU fishing berbahaya bagi stok ikan dan merusak ekosistem laut, terutama pada populasi burung laut, mamalia laut, penyu dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendorong segala tindakan yang mungkin yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah IUU fishing tersebut. Untuk itu dibutuhkan sebuah keterlibatan dan komitmen dari para pemangku kepentingan nasional, multinasional, regional dan internasional.

(MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments