Menteri Susi Hadiri Konferensi Pangan Berkelanjutan di Unpad

111
MKP, Susi Pudjiastuti menyampaikan pemaparan pada Konferensi Pers tentang Rumput Laut dan Pakan Ikan di kantor KKP, Jumat (9/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JATINANGOR – Masalah penangan berkelanjutan menjadi topic menarik dalam agenda ‘The Second International  Conference on Sustainable Agriculture and Food Security 2015. Konferensi internasional yang diselenggarakan pada 12 dan 13 Oktober 2015 ini, sebagai tindak lanjut kegiatan The First International  Conference on Sustainable Agriculture and Food Security yang diselenggarakan pada 2011 lalu.

Selain akan membahas berbagai temuan dan ide-ide baru dalam hal produksi pertanian dan keamanan pangan berkelanjutan, konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan jaringan antar peneliti. Tak hanya itu, diharapkan juga konferensi ini membuat jaringan baru antara berbagai lembaga yang berkaitan yang berikutnya akan lebih meningkatkan perkembangan dalam bidang ini.

Apalagi, dengan semakin bertambahnya penduduk dunia, sektor pertanian menghadapi tugas yang berat untuk memenuhi kebutuhan umat manusia akan pangan, pakan, serat dan bahan bakar nabati. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan dengan cepat ini, bila tidak dilaksanakan dengan hati-hati, maka dapat berakibat pada kerusakan alam yang membahayakan semua makhluk hidup. Untuk menghindari hal itu, produksi pertanian dan keamanan pangan yang berkelanjutan merupakan suatu hal yang sangat penting.

Konferensi ini menghimpun lebih dari 180 makalah dari 12 negara dan 166 di antaranya akan dipresentasikan secara lisan. Sedangkan sisanya akan ditampilkan sebagai poster.

Sejalan dengan topik yang dipilih, akan hadir dalam konferensi ini, keynote speaker Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan beberapa pemakalah sekaligus pembicara dari luar negeri Dr Milan M Petrovic dari Republik Serbia, Prof Florin Stanica dari Rumania, Prof Hassan M El-Shaer dari Mesir, Prof Paul Barber dan Dr. Ferry Jie dari Australia,  Prof Marie-Helen Famelart dari France, Prof Giacomo Biaggi dari Italia dan Dr Subha Bassu dari Malaysia.

Redaktur : Agus Yulianto

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments