Menteri Susi Ajak Generasi Milenial Ikut Bangun Laut sebagai Masa Depan Bangsa

138
Menteri Kelautan dan Perikanan memandu talkshow bertajuk 'Membumikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa' dengan narasumber Hamish Daud (Indonesian Ocean Pride), Melati Wijsen (Bye-Bye Plastic Bag), Swietenia Puspa Lestari (Divers Clean Action), I Gusti Bagus Mantra (Yayasan Karang Lestari), Istiqomah (pengrajin limbah plastik asal Demak), Mayor Laut (P) Yan Sembiring TNI-AL (Komandan Kapal Patroli TNI AL yang menangkap kapal pencuti ikan Hua Li 8), dan Samson (Kapten Kapal Pengawas Perikanan Macan 01) di Graha Sanusi Harjadinata UNPAD, Bandung (26/2). Dok. Humas KKP / Joko Siswanto

KKPNews, Bandung – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Universitas Padjajaran (UNPAD) menggelar Festival Membumikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa. Bertempat di Graha Sanusi Kampus Universitas UNPAD, Bandung, acara berlangsung selama dua hari pada tanggal 25-26 Februari 2019.

Sejumlah kegiatan berupa pameran, talkshow, dan side event dalam bentuk sharing session dengan para pakar dan praktisi lingkungan dihelat sebagai bagian dari rangkaian festival. Kegiatan pameran yang berlangsung selama festival menampilkan berbagai publikasi dan informasi terkini seputar keberhasilan dalam sektor kelautan dan perikanan. Di antaranya, teknologi budidaya perikanan terkini, konservasi sumber daya alam, pencapaian kinerja KKP selama 4 tahun, hasil temuan BMKT, informasi terbaru tentang perubahan iklim, hasil riset unggulan, dan pengelolaan terumbu karang.

Memandu talk show bertajuk ‘Membumikan Konsep Laut sebagai Masa Depan Bangsa’, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbagi kisah tentang pencapaian KKP dalam mewujudkan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia lewat tiga pilar utama yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Tiga pilar tersebut diturunkan lewat sejumlah kebijakan seperti moratorium kapal ikan asing, yang kemudian berdampak pada keseluruhan ekosistem perikanan Indonesia secara berkesinambungan.

“Setelah 488 kapal ditenggelamkan, ekonomi perikanan Indonesia, neraca perdagangannya yang tadinya nomor buntut, sekarang sejak 2015 nomor 1 di Asia Tenggara. Poros kemaritiman itu bisa kita buktikan. Sekarang, ekonomi perikanan kita leading,” ucap Menteri Susi disambut tepuk tangan sekitar 5.000 peserta yang hadir.

Bertindak sebagai host acara talkshow, Menteri Susi juga berbagi informasi seputar upaya pengelolaan sampah dan penghentian penggunaan plastik yang berlebihan di wilayah laut Indonesia dengan para narasumber yang hadir. Di antaranya adalah Hamish Daud (Indonesian Ocean Pride), Melati Wijsen (Bye-Bye Plastic Bag), Swietenia Puspa Lestari (Divers Clean Action), I Gusti Bagus Mantra (Yayasan Karang Lestari), Istiqomah (pengrajin limbah plastik asal Demak), Mayor Laut (P) Yan Sembiring TNI-AL (Komandan Kapal Patroli TNI AL yang menangkap kapal pencuri ikan Hua Li 8), dan Samson (Kapten Kapal Pengawas Perikanan Macan 01).

Menteri Susi mengapresiasi dan mengajak lebih banyak lagi para pihak yang telah menjadi penjaga-penjaga laut, baik lewat pengawalan isu sampah di laut, maupun upaya konservasi karang dan mengamankan kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak hanya membutuhkan orang-orang yang bertindak semata, melainkan digerakkan atas kesadaran dan kepedulian untuk menyebarkan kepedulian itu kepada orang-orang sekitar.

“Kita perlu orang yang mempunyai do dan care. Kalau orang Indonesia yang pintar ini melakukan dua hal ini, not only care but do, not only do but also care, itu pasti negara kita akan maju,” pesan Menteri Susi.

Dalam festival ini, KKP bersama UNPAD juga melakukan peresmian program studi (prodi) Magister Konservasi Laut di Kampus UNPAD. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil), dan Rektor UNPAD Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.

“Kami ingin menempatkan laut kita sebagai wajah negara kita sekuat mungkin dengan pendekatan akademik,” ujar Rektor UNPAD Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. dalam sambutannya.

Sementara itu, Ridwan Kamil menyampaikan apresiasinya atas pencapaian-pencapaian KKP di bawah kepmimpinan Menteri Susi. Ia berharap bahwa keberhasilan KKP yang meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kelautan dapat diapresiasi oleh para milenial sesuai dengan kontribusi yang dapat mereka berikan sesuai porsinya.

Untuk wilayah Jawa Barat, Emil telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mendukung pengembangan wilayah kelautan secara merata di Indonesia.

“Kami melihat Jawa Barat sebagai potensi yang sangat besar. Kita di utara punya garis pantai sepanjang 354 KM, di selatan, kita memilki garis pantai 398 KM. Dan kami sudah berkomitmen, Jawa Barat dalam lima tahun ke depan akan banyak fokus meningkatkan pengembangan di Jawa Barat Selatan yang selama ini mengalami ketimpangan pembangunan. Salah satu visinya sudah kita masukan dalam rencana tata ruang. Kita akan membangun jalur kereta api di sepanjang pantai selatan. Mudah-mudahan ini akan memberikan kemudahan akses, baik logistik, manusia, maupun pariwisata,” ujar Emil.

Bersamaan dengan acara ini, KKP juga menyerahkan pinjaman permodalan usaha awal dari Lembaga Pengelolaan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUPKP) melalui program penumbuhan wirausaha baru (new entrepreneur) kepada para alumni UNPAD guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Berbagai kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi millenial untuk melestarikan dan menjadikan sumber daya laut sebagai masa depan bangsa. (ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terganggu (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Takut (0.0%)

Comments

comments