Menteri Susi Ajak Eksportir Bangun Pabrik Pengolahan Ikan

624

Jakarta -Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah eksportir ke Istana Negara. Dalam pertemuan itu, hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi pun punya permintaan khusus kepada para eksportir tersebut.

Nawarin ke perusahaan, sekarang kan illegal fishing sudah pergi jadi banyak ikan di laut. Siapa yang mau usaha perikanan?” kata Susi ditemui di komplek Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Menurut Susi, sudah saatnya sektor perikanan Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah. Harus dikembangkan industri perikanan yang menghasilkan berbagai produk.

“Kurang pabriknya, tidak ada. Karena selama ini illegal fishing, nggak ada bikin pabrik. Bikin pabriknya asal-asalan saja. Sayang potensi ikan nggak diambil,” tuturnya.

Susi menilai, Indonesia sangat menarik sebagai lokasi investasi industri perikanan. Namun bila memang membutuhkan insentif, pemerintah siap mendiskusikannya dengan dunia usaha.

“Harga (bahan baku) masih sangat murah, labour (tenaga kerja) juga murah. Tentu nanti ada kemudahan-kemudahan, kita bisa minta,” sebutnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Stastitik (BPS) mencatat ekspor ikan (tidak termasuk ikan hias) yang cukup besar dalam tiga bulan pertama 2015. Nilainya mencapai US$ 242,22 juta.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, ikan adalah produk yang cukup menjanjikan untuk diekspor. Bisa sekaligus nantinya mendorong neraca perdagangan ke arah surplus.

“Ikan ini ekspornya besar sekali, nilainya US$ 242,22 juta. Kalau bisa digenjot ini bagus sekali,” ujar Suryamin.

Namun, Suryamin berharap ekspor ikan Indonesia jangan hanya berupa mentah. Dia ingin produk ikan olahan yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

“Jadi nilainya bisa lebih dari yang sekarang. Bisa meningkatkan ekspor lebih besar juga kan nantinya,” tutur Suryamin.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments