Menteri Edhy Tegaskan Negara Hadir untuk Nelayan

73
(Foto: Lukman)

KKPNews, Mamuju – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membuka kunjungan ke Sulawesi dengan menyapa para nelayan di Kepulauan Bala Balakang, Mamuju, Sulawesi Barat. Di wilayah yang dihuni oleh 554 kepala keluarga ini, Menteri Edhy menegaskan bahwa negara hadir untuk nelayan.

Menteri Edhy juga berdialog sekaligus mendengar keluhan para nelayan setempat. Abdul Muin, salah satu nelayan tertarik dengan kebijakan Menteri Edhy terkait lobster. Dia pun meminta fasilitas serta pelatihan budidaya komoditas tersebut. Selain itu, dia juga mengungkapkan kesulitan nelayan Kepulauan Bala Balakang atas minimnya sarana cold storage serta penyediaan bahan bakar.

“Selama ini hasil tangkapan tidak bisa bertahan lama dikarenakan kurangnya sarana es dan sarana SPBU mini untuk bahan bakar,” kata Muin saat berdialog dengan Menteri Edhy di Kepulauan Bala Balakang, Senin (8/6).

Menteri Edhy menegaskan fasilitas cold storage termasuk dalam program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Terlebih hingga kini, Provinsi Sulawesi Barat belum memiliki fasilitas tersebut.

“Hasil laut sekarang sudah menjadi catatan kami, cold storage harus dibangun. Jangankan di pulau ini, di provinsi Sulbar saja belum ada cold storage,” kata Menteri Edhy menjawab keluhan nelayan.

Di hadapan para nelayan, Menteri Edhy menegaskan komitmennya untuk berbuat maksimal di sektor kelautan dan perikanan. Apalagi permintaan ikan dunia selalu meningkat dan menjadi peluang bagi Indonesia.

“Sektor kita di dunia sangat dibutuhkan, dari data kami, dari tambak sampai perikanan tangkap sangat tinggi permintaannya sampai sekarang,” urainya.

Menteri Edhy menenteng dua ekor Bawal Bintang
Menteri Edhy menenteng dua ekor Bawal Bintang

Terkait lobster dan budidaya perikanan di Kepulauan Bala Balakang, Menteri Edhy meminta agar Gubernur Sulawesi Barat serta Bupati Mamuju bisa menugaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk menyusun program. Menurutnya, pembangunan sektor ini harus dimulai dari usulan di bawah ketimbang dimulai dari atas.

“Lobster yang tadi diminta insya Allah tidak lama lagi. Komitmen kami adalah tidak ada pembangunan yang muncul dari atas, keinginan yang hakiki ada dari bawah. Ini yang kami lakukan. Tentang budidaya kami buka seluas-luasnya. Jangan ragu negara hadir di setiap saat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Menteri Edhy memastikan adanya fasilitas pembiayaan yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan dan pembudidaya. Fasilitas tersebut di antaranya dana kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki bunga 6% serta dana Badan Layanan Umum (BLU)

“Saya butuh peran kelompok-kelompok nelayan. Anda tidak sendirian,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Edhy mengatakan kunjungannya ke Sulawesi Barat terasa begitu spesial lantaran bertepatan dengan Hari Laut Sedunia. Pada momen tersebut, dia mengajak masyarakat untuk membebaskan laut dari sampah guna memperbaiki ekosistem pesisir dan laut.

Menteri Edhy menegaskan sampah laut, khususnya sampah plastik merupakan permasalahan yang mendesak saat ini dan perlu segera ditangani, karena sampah laut telah memberi dampak negatif pada sektor pariwisata, kerusakan lingkungan dan ekosistem laut serta kesehatan manusia.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments