Menteri Edhy: Percepat Perizinan, Kuncinya di Komunikasi

37
Meteri Edhy saat menjadi pembicara dalam Program Pendidikan Angkatan Reguler Lemhanas (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo membagikan kiat sukses mempercepat perizinan. Seperti SILAT, sistem perizinan untuk kapal perikanan di atas 30 Gross Ton.

Hal tersebut disampaikan Menteri Edhy saat menjadi panelis dalam Program Pendidikan Angkatan Reguler (PPRA) LX tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Lemhanas.

Menurut Menteri Edhy, salah satu kunci keberhasilan KKP mempercepat izin adalah komunikasi yang baik dengan listas kementerian dan lembaga.

“Sampai hari ini, sudah ribuan perizinan yang selesai melalui aplikasi SILAT. Walau masih perlu penyempurnaan, namun ini menunjukkan semangat menjadi lebih baik,” terang Edhy.

Menteri Edhy menjelaskan, proses izin tidak hanya melalui KKP tapi juga kementerian lain. Lalu pihaknya membangun komunikasi dengan kementerian yang dimaksud untuk meringkas tahapan-tahapan yang dianggap bertele-tele.

“Kenapa dulu lama ngurus izin? Saling lempar, ini di sini, izin ini di situ. Begitu komunikasi dibuka, dalam waktu yang tidak lama-lama, pengurusan izin pun bisa dipercepat,” terang Edhy.

Komunikasi, sambung Menteri Edhy, juga menjadi satu dari dua mandat Presiden Jokowi kepadanya. Mandat lainnya adalah membangun sektor budidaya yang dinilai belum tergarap maksimal, khususnya budidaya udang.

Edhy menerangkan, komunikasi menjadi kunci penting dalam mengembangkan sektor budidaya yang diamanatkan Presiden. Dia hingga kini terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, akademisi, lintas kementerian, hingga pembudidaya.

Lewat komunikasi yang baik inilah, Edhy optimistis pihak-pihak tersebut dengan tangan terbuka membantu KKP dalam membesarkan sektor budidaya.

“Pemda punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi budidaya, begitu juga dengan kementerian lain. Akademisi punya pengetahuan yang baik untuk peningkatan SDM dan hasil penelitian misalnya. Kalau kita bersama-sama dan berkoordinasi, semua akan lebih mudah,” urai Menteri Edhy.

“Saya pribadi tidak masalah seadainya harus bertemu dengan kepala dinas sekalipun, yang penting sektor perikanan, industri perikanan bisa tetap berjalan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan PPRA yang berlangsung sekitar 4,5 jam tersebut, Menteri Edhy mengulas persoalan-persoalan yang menjadi pertanyaan para peserta. Seperti langkah peningkatan SDM masyarakat kelautan perikanan, program kerja, hingga rencana revisi sejumlah permen yang ada di kementeriannya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments