Menteri Edhy Lepas Ekspor Tuna dan Serahkan Bantuan 4,5 Ton Ikan

98
Menteri Edhy melepas ekspor tuna

KKPNews, Palu – Hari kedua kunjungan kerja di Pulau Sulawesi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor tuna sirip kuning tujuan Jepang di halaman kantor Stasiun KIPM Palu, Sulawesi Tengah. Ini merupakan ekspor perdana produk perikanan melalui bandara udara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Tuna sirip kuning yang diekspor ke Negeri Sakura berukuran jumbo sekitar 30 kilogram per ekornya di setiap boks. Total ikan yang diekspor ada delapan boks dengan nilai hampir Rp100 juta.

“Dengan mengucap Bismillah, saya bersama Gubernur Sulawesi Tengah dengan remsi melaunching produksi perikanan Sulteng menuju negara Jepang,” ujar Menteri Edhy di lokasi, Selasa (9/6).

Sulawesi Tengah memiliki potensi perikanan sangat besar karena terdapat empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di dalamnya. Meliputi WPP 713 hingga WPP 716. Belum lagi sektor perikanan budidaya melalui WPP Perairan Darat 421.

Menteri Edhy berharap potensi perikanan yang dimiliki Sulawesi Tengah dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan masyarakat perikanan lainnya. KKP pun siap berkolaborasi dengan pemda, baik untuk pembangunan infrastuktur, perizinan, hingga pengembangan sumber daya manusia di Sulteng.

“Di tengah pandemi Covid-19, kita punya potensi untuk mengangkat ekonomi yang tengah diuji. Semoga sinergi dan hubungan yang harmonis antara pusat dan daerah dapat menghasilkan kekuatan ekonomi Indonesia yang semakin maju,” ujarnya.

Selain melepas ekspor tuna sirip kuning ke Jepang, di tempat yang sama Menteri Edhy menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan sehat bermutu untuk masyarakat terdampak pandemi. Mulai dari masyarakat kurang mampu, buruh lepas, tenaga medis, hingga petugas Satgas Covid-19.

Menteri Edhy juga menyaksikan penyerahan sertifikat sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (HACCP) dan sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB) kepada pelaku usaha perikanan.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menjelaskan ekspor produk perikanan dari Palu melalui udara yang berlangsung pagi ini, merupakan pertama kalinya. Dan untuk mendorong majunya aktivitas perikanan di Sulteng, pihaknya tengah mengajukan peningkatan status Bandara Mutiara Sis Aljufri dari domestik menjadi internasional.

“Peningkatan status bandara Mutiara Sis Aljufri dapat menjadi salah satu alternatif pintu ekspor perikanan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja hari ke-2 di Pulau Sulawesi, Menteri Edhy selanjutnya bertolak ke Kabupaten Pasangkayu dan Parigi Moutoung untuk meninjau tambak perikanan budidaya. Menteri Edhy didampingi empat dirjen, yaitu Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen PSDKP TB Haeru, dan Dirjen PRL Aryo Hanggono, serta tiga staf khusus.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments