Menteri Edhy Dorong BUMN untuk Beli Hasil Perikanan Nelayan

75
Ikan hasil tangkapan nelayan (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo menyampaikan sejumlah usulan stimulus ekonomi untuk menjaga keberlangsung sektor perikanan di tengah wabah Covid-19.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melalui video conference di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Menteri Edhy mengusulkan pemerintah maupun BUMN membeli produk perikanan masyarakat. Dia beralasan, hingga kini nelayan maupun pembudidaya terus berproduksi namun ada kekhawatiran hasilnya tidak terserap. Mereka juga takut karena tidak ada jaminan harga imbas pandemi Covid-19.

“Jadi kami harapkan adanya stimulus keuangan untuk membeli produk perikanan masyarakat. Apakah pemerintah yang membeli atau BUMN,” ujar Edhy dalam video conference tersebut.

Menteri mengikuti rapat koordinasi secara daring dengan sejumlah menteri (Foto: KKP)
Menteri mengikuti rapat koordinasi secara daring dengan sejumlah menteri (Foto: KKP)

Pihaknya sudah menyiapkan cold storage (gudang pendingin) yang dapat dipakai untuk menyimpan produk perikanan bila sewaktu-waktu pemerintah memutuskan membeli ikan nelayan maupun pembudidaya. Edhy berharap optimalisasi penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan sebagai penyangga harga hasil perikanan di tingkat nelayan dan pembudidaya.

“Kami punya lebih dari 100 ribu (ton kapasitas) cold storage yang masih idle. Seadainya ada bantuan keungan dari pemerintah untuk membeli produk perikanan masyarkat, dapat ditempatkan di cold strogare,” terangnya.

Usulan lain, Edhy meminta pemerintah melalui Kemensos untuk memasukkan para nelayan, pembudidaya, pengolah, pemasar dan petambak garam, pelaku UMKM, yang tergolong masyarakat miskin, untuk masuk dalam penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Di samping itu, Menteri Edhy menerangkan sedang menjajaki kerjasama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah agar memasukkan produk perikanan dalam paket bantuan ke masyarakat. Dia yakin, bila skema tersebut berjalan penyerapan produk perikanan akan maksimal.

Edhy Erlangga

“Kemensos punya program bantuan seperti PKH dan BPNT. Seandainya produk perikanan dapat dimasukkan dalam paket bantuan, pasti terjadi penyerapan. Begitu juga dengan pemda,” ujarnya.

Sementara untuk pelaku industri pengolahan ikan, Menteri Edhy mengusulkan ke Menko Perekonomian adanya insentif fiskal terkait PPh Pasal 25 sebesar 30 persen hingga enam bulan. Kemudian insentif ekspor dan insentif pinjaman berbunga lunak atau tanpa bunga bagi unit pengolahan ikan.

Menteri Edhy juga meminta maskapai menunda kenaikan harga kargo produk perikanan ke luar negeri sampai kondisi kembali normal. Bila dipaksakan dengan harga tinggi, dia khawatir pelaku usaha mengalami kebangkuratan. Menteri Edhy juga berharap pemerintah mendorong penambahan maskapai yang melayani kargo perikanan, karena saat ini hanya ada satu.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments