Menteri Edhy akan Bantu Jawa Barat Bebas Stunting

34
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di perhelatan West Java Festival 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/11). Dok. Humas KKP

KKPNews, Bandung – Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan, saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Untuk itu, pemerintah tengah fokus memerangi stunting di tengah masyarakat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong masyarakat untuk mengonsumsi ikan sebagai salah satu langkah pencegahan.

Sejalan dengan hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyambangi West Java Festival (WJF) 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (2/11). Pada kesempatan ini, Menteri Edhy membagikan 1,2 ton ikan gratis kepada masyarakat Jawa Barat yang hadir dalam stan Festival Ikan Juara yang diselenggarakan oleh KKP dalam lokasi festival WJF 2019.

“Ini sebagai simbol bahwa pemerintah kita, Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin beperang melawan stunting. Kita mau ikan menjadi salah satu solusi,” ujarnya.

Menteri Edhy mengatakan, diperlukan solusi berupa program jangka pendek dan panjang untuk mencegah stunting. Dalam jangka pendek, KKP akan bertindak untuk menyediakan gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat melalui pendistribusian ikan secara langsung ke masyarakat.

“KKP akan menyiapkan asupan gizinya. Kita akan menyiapkan ikan sebagai sumber protein. Kita akan pastikan bahwa ikan-ikan yang kita produksi masuk ke rumah tangga sampai tingkat terkecil,” ucap Menteri Edhy.

“Kemarin juga dalam rapat dengan Bapak Wakil Presiden, kita sepakat untuk memerangi stunting sebagai PR utama. KKP siap. Kalau pun harus dipotong sedikit anggarannya untuk melakukan arah kebijakan melawan stunting dengan benar, kita siap,” lanjutnya.

Langkah ini, menurut Menteri Edhy, akan didukung oleh kementerian/lembaga lainnya seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial. Ia mengatakan, Menteri Sosial telah menyatakan bahwa pihaknya akan bertindak untuk membagikan makanan bergizi, termasuk ikan, kepada masyarakat.

Dalam jangka panjang, Menteri Edhy juga akan melawan stunting dengan memperluas lapangan pekerjaan lewat sektor perikanan budidaya. Ia menjelaskan, hal ini akan membantu masyarakat untuk mendapatkan penghidupan. Dengan begitu, daya beli masyarakat pun akan meningkat sehingga mampu membeli makanan yang bergizi, termasuk ikan, bagi keluarganya.

“Orang tua mau saja makannya enak dan bergizi, tapi kadang-kadang untuk makan bergizi kan belinya susah. Dia harus beli makanan bergizi tapi uang enggak ada. Nah, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat ini makanya kita ciptakan lapangan usaha dan pekerjaan melalui budidaya perikanan,” jelasnya.

Menteri Edhy menyatakan, panjangnya garis pantai yang dimiliki oleh Jawa Barat akan dioptimalkan untuk membangun budidaya berbagai jenis perikanan. Beberapa di antaranya budidaya tambak udang, rumput laut, serta garam.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 46 juta jiwa, Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan tertinggi di Indonesia. Melihat kondisi ini, pencegahan stunting di Jawa Barat akan berpengaruh secara signifikan terhadap prevalensi angka stunting di Indonesia.

Hal tersebut diamini oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Emil. “Masyarakat Jawa Barat adalah 20 persennya Indonesia. Kalau 20 persennya beres, itu sudah sangat luar biasa. Nah, kita ingin membudayakan makan ikan seperti orang Jepang supaya umurnya panjang. Nah, salah satunya juga mengonsumsi ikan untuk mencegah stunting,” ungkapnya.

Emil melanjutkan, dirinya bersama Ketua DPRD Jawa Barat Taufik Hidayat akan merumuskan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat Jawa Barat untuk mengoptimalkan sektor perikanan yang ada. “Kita jadikan Jawa Barat sebagai provinsi percontohan yang budidaya ikannya luar biasa dan nelayannya sejahtera,” ungkapnya.

“Saya ada pantun, Pak Menteri. Ayu Ting-Ting lagi meeting, mencegah stunting itu penting,” lanjut Emil.

Tak mau kalah, Menteri Edhy pun membalasnya dengan sebuah pantun. “Saya juga mau pantun, Kang Emil. Ayu Ting-Ting makan semangka, cegah stunting tugas kita semua,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Edhy juga melakukan dialog dengan stakeholder kelautan dan perikanan di Jawa Barat dalam talkshow. Sekitar 50 stakeholders yang hadir menyampaikan hambatan yang mereka hadapi secara langsung kepada Menteri Edhy. Di antaranya terkait infrastruktur budidaya perikanan dan bantuan modal. Menteri Edhy menyatakan, dirinya bersama dengan jajaran KKP akan mengkaji berbagai masukan tersebut dan memberikan solusi dalam waktu yang tak lama.

Sejalan dengan upaya untuk menyelesaikan masalah stunting, dalam kunjungan kerja ini, Menteri Edhy juga mengunjungi Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang, yang dibangun untuk mendekatkan produk-produk ikan di KKP sampai ke masyarakat. Menteri Edhy berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang ada di lokasi dan menyerap usulan kebutuhan dari para pelaku usaha untuk mengoptimalkan operasionalisasi PIM Soreang.

Selain itu, Menteri Edhy juga meninjau budidaya ikan hias Aquazone Indonesia di Kopo, Jawa Barat. Ia meninjau lokasi budidaya dan berbincang dengan pelaku usaha tentang hambatan-hambatan yang mereka alami di sektor budidaya. Ia pun berjanji akan menyelesaikan hambatan-hambatan regulasi yang ada untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya ke depannya. (ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments