Mengibarkan Merah Putih di Pulau Kecil Terluar Maratua, Kalimantan Timur

219

Sang Saka merah putih berkibar di lapangan Bola Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, yang juga salah satu pulau terluar di Indonesia. Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-7017 Agustus 2015 di Pulau Maratua – Kalimantann Timur ini juga merupakan penegasan kedaulatan salah satu dari 92 pulau kecil terluar di Indonesia. sebagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah melalui program percepatan pembangunan di pulau-pulau kecil, khususnya Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT), salah satu programnya adalah menggelar Upacara HUT Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus di PPKT. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP, Dr. Sudirman Saad, Maratua, (17/8).

Seperti diketahui, dari 92 pulau-pulau kecil terluar yang tersebar di 20 Provinsi ini, 31 pulau diantaranya berpenduduk. Pulau-pulau kecil terluar tersebut memiliki 3 fungsi penting; fungsi pertahanan keamanan, fungsi ekonomi, dan fungsi ekologi. Sebagai daerah transit dan tempat keluar masuknya orang dan barang antar negara menjadikan PPKT sebagai kawasan nasional yang strategis.

Dari perspektif sumberdaya, Sudirman Saad, menjelaskan PPKT kaya akan keragaman sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan, sebagai potensi ekonomi bangsa yang dapat menopang pembangunan nasional. Hanya saja, sebagian masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil perbatasan umumnya masih relatif tertinggal. “Karena itu, kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan di PPKT, menjadi salah satu sarana yang bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme yang dapat memicu percepatan pembangunan di PPKT,” tuturnya.

Menjaga Kedaulatan NKRI

Kegiatan rutin tahunan ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, dengan menumbuhkan jiwa nasionalisme rakyat yang tinggal di PPKT. Karena itu, dalam pengelolaan PPKT, menurut Sudirman, setidaknya terdapat dua pendekatan utama, yaitu pendekatan kedaulatan (Sovereignty Approach) dan pendekatan kesejahteraan (Prosperity Approach). Dalam pelaksanaannya, fokus pada keberadaan secara terus menerus (continuous presence), penguasaan secara efektif (effective occupation) termasuk aspek administrasi, serta perlindungan dan pelestarian ekologis (maintenance and ecology preservation).Program strategis itu dikemas dan telah dilakukan oleh Tim Kerja Perpres 78 tahun 2005, diantaranya sinkronisasi program dan kegiatan pengelolaan PPKT lintas Kementerian atau Lembaga (K/L). Diantaranya, seperti pembangunan sarana jalan, air bersih, pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, tugu perbatasan, penerangan, sarana transportasi antar pulau, dan sarana telekomunikasi. Kemudian, bantuan sarana usaha perikanan skala kecil, seperti coolbox, desalinasi air laut, keramba jaring apung minawisata. “Dengan program yang kami kembangkan, kini warga di pulau-pulau kecil terluar itu, merasa tersejahterakan dan merasa bangga menjadi bangsa Indonesia”, tuturnya.

Akselerasi Pembangunan Pulau Maratua

Sudirman menambahkan, penyelenggaraan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-70 itu, akan dilaksanakan di Pulau Maratua, kabutapen Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya, pada 2009 digelar di Pulau Marore, Sulawesi Utara bersamaan dengan Sail Bunaken. Pada 2010 di Pulau Kisar, Maluku  bersamaan Sail Banda. Lalu pada 2011 di Pulau Lingayan Sulawesi Tengah bersamaan Sail Wakatobi-Belitong, pada 2012 di Pulau Morotai Maluku Utara bersamaan Sail Morotai, pada tahun 2013 di Pulau Alor Nusa Tenggara Timur bersamaan dengan Sail Komodo dan pada tahun 2014 di Pulau Weh, Kota Sabang, Propinsi Aceh.Selain itu, menurut Sudirman selain kegiaan upacara bendera kemerdekaan RI ke-70, dilakukan juga serangkaian kegiatan lain seperti Workshop Nasional Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) dan launching/bedah buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara edisi Kalimantan Timur, Pengobatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pelayanan KB oleh BKKBN dan Site visit ke lokasi bantuan PLTSdari ESDM, BTS dari KemenKominfo dan Jetty Apung dari KKP.

Kegiatan upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ini, diselenggarakan Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil-Ditjen KP3K KKP, melibatkan seluruh anggota Tim Kerja Perpres 78 tahun 2005,serta para pemangku kepentingan terkait. Dirgahayu Indonesia, Jayalah NKRI.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments