Matriks Rencana Kerja Bersama Pengelolaan Hiu dan Pari Indonesia Tahun 2019 Disepakati

26
Penyelenggaraan Lokakarya Rencana Kerja Hiu dan Pari di Bogor, Jumat (12/4). Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Bogor – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) menyelenggarkan kegiatan Lokakarya Rencana Kerja Hiu dan Pari, Jumat (12/4).

Sebagai informasi, pada tahun 2016  lalu, KKP telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Hiu dan Pari 2016-2020. Sebagai tindak lanjut, lokakarya yang diselenggarakan selama dua hari kali ini bertujuan untuk memperbaharui semua informasi terkait seluruh capaian kegiatan perlindungan dan pemanfaatan hiu dan pari di tahun 2018, serta mengkompilasi rencana kerja lanjutan untuk tahun 2019.

Kegiatan lokakarya dibuka oleh Direktur KKHL, Andi Rusandi, yang menyampaikan bahwa hiu dan pari di Indonesia menjadi salah satu isu yang paling hangat diperbincangkan oleh masyarakat beberapa waktu belakangan. Hal ini salah satunya dilatar belakangi oleh fakta yang menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan produksi hiu terbesar di dunia. Selain itu aktivitas penangkapan hiu sebagai tangkapan sampingan (bycacth) dan meningkatnya jumlah spesies yang masuk ke dalam apendiks  Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Andi berharap, forum ini dapat membahas bagaimana penggunaan data dapat menjadi basis untuk mengambil kebijakan. Lebih lanjut, ia menyampaikan perkembangan Rencana Aksi Nasional (RAN) hiu dan pari, serta rencana staretegi berikutnya guna menjawab berbagai persoalan di lapangan.

Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Jasa Kelautan; Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP; Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP; Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP; Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) KKP; Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP; Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KKP; Direktorat  Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL);  Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetehuan Indonesia (LIPI); Pusat Penelitian Biologi LIPI; Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar; BPSPL Padang; BPSPL Pontianak; BPSPL Denpasar; LPSPL Sorong; LPSPL Serang; Conservation International Indonesia; WCS Indonesia; WWF Indonesia; dan Yayasan Misool Baseftin.

Hasil diskusi dan pembahasan lokakarya menyepakati Matriks Rencana Kerja Bersama Pengelolaan Hiu dan Pari Indonesia Tahun 2019 . (Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments