Manfaatkan Limbah Plastik, KKP Ajarkan Teknik Ecobrick kepada Nelayan Jembrana

75
Edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah dengan metode ecobrick kepada nelayan, istri nelayan, dan taruna/i Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Bali pada Senin (18/3). Dok. Humas DJPT

KKPNews, Jembrana – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meggandeng Global Ecobrick Alliance (GEA) untuk melakukan edukasi dan sosialisasi pengeleolaan sampah dengan metode ecobrick kepada nelayan, istri nelayan, dan taruna/i Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Bali pada Senin (18/3).

Pengelolaan sampah di lingkungan kampung nelayan yang kurang optimal menjadi latar belakang digelarnya kegiatan ini. Mengolah limbah plastik bukanlah perkara yang mudah. Butuh komitmen dan konsistensi agar limbah tersebut bernilai guna dan bernilai ekonomis. Metode ecobrick menggunakan media botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik berupa potongan plastik, styrofoam, sedotan, dan bahan-bahan lainnya menjadi salah satu solusi pengolahan limbah tersebut.

“Mereka diajarkan langsung oleh pakar ecobrick dari GEA dengan memanfaatkan sampah plastik yang ada di sekitar kampung nelayan dan sisa limbah rumah serta aktivitas penangkapan ikan. Mereka memanfaatkan potongan batang kayu untuk mendorong potongan plastik hingga mengisi seluruh botol plastik. Setelah itu, botol-botol yang telah terisi penuh direkatkan menjadi satu hingga membentuk sebuah bangku, meja bahkan bisa menjadi pengganti batu bata,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar, di Jakarta (18/3).

Sampah plastik merupakan sampah yang sulit untuk terurai. Membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa hancur. Selain itu, pemusnahan plastik dengan cara dibakar hanya akan memperburuk kesehatan karena zat dioksi yang dihasilkannya. Metode ecobrick ini merupakan salah satu solusi untuk mengolah sampah plastik agar dapat digunakan kembali menjadi sebuah barang yang bernilai guna. (Humas DJPT/ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments