Maman: Kita Peringkat 2 Perdagangan SSP!

225
google.com

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Plt Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Maman Hermawan menegaskan, Indonesia merupakan peringkat nomor 2 untuk perdagangan Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearls/SSP).

“Sering sekali mengutip bahwa RI urutan ke-9 dengan kontribusi hanya 2,7% bahkan 1,4%. Itu perbandingan yang tidak adil, karena seharusnya head to head. Mutiara SSP tidak bisa di convert dengan mutiara Cina, jadi kalau dibandingkan sesama mutiara laut selatan, SSP RI dengan Filipina, Australian, Myanmar, kita urutan ke-2 dunia, bukan urutan ke 9,” kata Maman, saat konferensi pers di Sate Khas Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).

Namun, bila dibandingkan dengan seluruh jenis mutiara, seperti SSP, Black Tahitian, dan Akoya Jepang dan Cina, serta Freshwater dari Cina, perdagangan mutiara RI menjadi no. 9 dunia.

“Saat ini RI memang sedang berjuang untuk menduduki peringkat pertama untuk nilai perdagangan di tingkat dunia, karena saat ini kita di posisi ke-9 untuk seluruh jenis mutiara,” imbuhnya.

Sehingga, untuk menjadikan Indonesia sebagai perdagangan mutiara terbesar di dunia, maka akan diselenggarakan Festival Mutiara Laut (Indonesia Pearl Festival/IPF) 2015 ke-5, RI akan memperkenalkan Indonesia South Sea Pearls (ISSP), dengan mengundang para buyers khususnya istri-istri pada duta besar dari luar negeri.

Ketua Panitia IPF dan sekaligus Anggota Yayasan Mutiara Laut Indonesia Pengawas (YMLI) Nunik Anurningsih menyampaikan, YMLI dan Asosiasi lainya akan bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyelenggarakan IPF 2015.

“Sejak awal tahun ini KKP akan menjalin kerjasama, bukan saja mempromosikan mutiara dalam negeri tapi bagaimana bisa menjalankan suatu program pelatihan-pelatihan untuk masyarakat pesisir yang dapat digunakan pelaku usaha budidaya mutiara (knowledge transfer),” kata Nunik.

Tujuan IPF 2015 kali ini adalah untuk mempromosikan mutiara dalam negeri, karena pada kenyataannya banyak kalangan belum paham tentang mutiara ISSP, padahal ini adalah salah satu produk kebanggaan RI.

“Masih banyak belum mengenal apa mutiara Freshwater Pearl dan Singel Water Pearl. Dalam IPF ini pertama kalinya kita melakukan lelang mutiara, dalam bentuk simulasi, kita lakukan ini karena sudah saatnya sebagai produsen terbesar di dunia dalam mutiara laut. Sudah saatnya kita menjadi tuan rumah pelelang mutiara di dunia,” ujar Nunik. (pemi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments