Makin Diminati, NTT Kirim Ratusan Ton Produk Perikanan ke Luar Negeri

24
Ilustrasi. Dok. Istimewa

KKPNews, Kupang – Ekspor produk perikanan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami peningkatan. Kepala Subseksi Tata Pelayanan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang, Prinston Bella, mengatakain total ekspor ikan NTT telah mencapai 225,196 ton senilai USD1.260.177.

Menurutnya, negara-negara yang menjadi tujuan ekspor produk perikanan NTT yaitu Cina, Jepang, Timor Leste, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam.

“Ada lima komoditi unggulan yang diekspor, yakni frozen yellowfin tuna, anggoli segar, teri kering, cakalang asap, dan carrageenan chips,” paparnya, Selasa (10/9).

Ia merincikan, frozen yellowfin tuna yang diekspor sepanjang Agustus telah mencapai 14.256 kg senilai USD124.697. Sementara cakalang asap sebanyak 82.121 kg dengan total nilai sebesar USD461.219, anggoli segar sebanyak 4.378 kg senilai USD24.009, teri kering sebanyak 23.600 kg senilai USD43.242 dolar AS, dan carrageenan chips sebanyak 82.500 kg senilai USD569.687.

Jumlah ekspor di bulan Agustus ini menurutnya jauh meningkat dibandingkat bulan sebelumnya.

Tak hanya untuk kegiatan ekspor, produk perikanan NTT juga dikirim untuk keperluan domestik ke beberapa wilayah seperti Surabaya, Denpasar, dan Jakarta. Produk yang dikirim berupa komoditi hidup dan non-hidup.

Komoditi hidup yang diminati pasar dalam negeri di antaranya kelomang, lobster, dan udang mantis. Sedangkan komoditi non-hidup yang banyak diminati rumput laut kering, cakalang beku, dan cumi kering.

Berdasarkan data SKIPM Kupang, komoditi non-hidup, dikirim ke Surabaya sebanyak 671.405 kg dan komoditi hidup sebanyak 5.270 ekor. Sementara ke Jakarta dikirim 226.25o kg komoditi non-hidup dan 3.475 ekor komoditi hidup.

“Sementara komoditi non hidup yang dikirim ke Denpasar sebanyak 60.263 kg, sedangkan untuk komoditi hidup sebanyak 706 ekor,” lanjutnya.

Nelayan Kota Kupang, Muhammad Hassan mengaku, hasil tangkapan ikan jenis anggoli segar yang berukuran di atas 2 kg selalu diborong oleh para eksportir untuk diekspor ke beberapa negara tujuan. “Khusus ikan anggoli segar, kami tidak pernah jual eceran kalau ukurannya besar karena begitu tiba di Kupang, para eksportir sudah menunggu. Jadi yang dijual hanya sisa yang berukuran di bawah 1 kg,” jelasnya.

Ia mengaku, dalam sebulan tangkapan anggoli segar bisa mencapai lebih dari satu ton dan semuanya diekspor.

Adapun Ridwan, nelayan lainnya juga mengakui bahwa hasil tangkapan yang memenuhi syarat ekspor tidak pernah dijual bebas di pasar karena akan di ekspor untuk memenuhi kuota permintaan negara tujuan. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments