Longgarkan Aturan Transshipment, Menteri Susi Ingatkan Masyarakat Bitung Soal Illegal Fishing

640

KKPNews, Bitung – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperlunak aturan mengenai transshipment. Kebijakan ini diharapkan dapat memulihkan kembali industri perikanan yang sempat lesu. Kepastian ini diperoleh saat Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke Bitung, Sulawesi Utara.

Menteri Susi mengunjungi Pelabuhan Samudera, Bitung, sekaligus mengoperasikan dua kapal penyangga, yang berfungsi sebagai kapal penangkap ikan.

“Kalau mau jujur, sebenarnya saya setengah hati memberikan dua kapal itu. Sebab saya khawatir bisa disalahgunakan, sehingga pencurian ikan akan kembali marak,” ucap Menteri Susi, Jumat (13/5).

Terkait hal tersebut, Menteri Susi meminta kapal dimanfaatkan dengan tepat dan tidak disalahgunakan. Lebih lanjut, ia percaya sektor perikanan Bitung akan kembali bangkit. Tak cuma itu, ia juga optimistis daerah ini bisa mengalahkan General Santos sebagai pusat industri perikanan di Asia.

“Tapi dengan catatan, jangan ada lagi illegal fishing. Jangan lagi kita menjual ikan secara ilegal kepada orang asing. Kita harus tegakkan kedaulatan di wilayah laut kita. Silakan asing berinvestasi di sini, tapi hanya untuk sektor pengolahan. Kalau perikanan tangkap itu punya kita,” tegasnya.

Penegasan ini direspons positif para pelaku usaha. Ketua Asosiasi Unit Pengolahan Ikan (UPI) Bitung, Basmi Said menyampaikan terima kasihnya kepada Susi.

“Kami lega dengan kelonggaran aturan ini. Kalau sebelumnya produksi kita menurun drastis, sekarang mulai pulih. Kami yakin target produksi 1.143 ton bisa dicapai kembali. Sebab saat ini ikan mulai banyak lagi,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Asosiasi Kapal Penangkap Nusantara (AKPN) Bitung, Ruddy Walukouw. Ia yakin ribuan karyawan yang dirumahkan akan kembali bekerja.

“Makanya kami tidak menuntut lagi ke Ibu Menteri. Kami justru hanya ingin berterima kasih”, imbuhnya. (MD)

Marisa

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (53.8%)
  • Sedih (23.1%)
  • Tidak Peduli (15.4%)
  • Terinspirasi (7.7%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)

Comments

comments