Liburan ala Menteri Susi, Menginap di Atas Kapal Legendaris RI

823

Liputan 6.com – Liputan6.com, Parigi Moutong – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastutiternyata memanfaatkan waktu usai kunjungannya bersama Presiden RI Joko Widodo ke Sulawesi Tengah‎ dengan liburan.

Di acara Sail Tomini, tepatnya di Pantai Kayu Bura Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Menteri Susi menghabiskan libur akhir pekannya bersama keluarganya.

“Saya masih mau liburan di sini, baru balik Jakarta besok Minggu, karena anak-anak saya sudah di sini duluan,” cerita Menteri Susi di‎ Parigi Moutong, Sabtu (19/9/2015).

Sementara di sisi lain, para pejabat pemeirntahan yang mendampingi Presiden Jokowi dalam menghadisi puncak acara Sail Tomini tersebut mayoritas kembali ke Jakarta pada hari ini. Ada yang menumpang di pesawat Kepresidenan, ada juga yang menggunakan pesawat komersiil.

Cerita Susi tersebut dilontarkan ketika Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono menanyakan waktu pulang Susi. Sebab jika Susi bakal kembali ke Jakarta, Basuki ingin menumpang pesawat Susi.

Saat menuju Parigi‎, Susi nampak menggunakan pesawat pribadinya. Namun Susi juga menawarkan ke Basuki jika memang berkenan dirinya akan memerintahkan pilot pesawat pribadinya untuk mengantar Basuki secara pribadi.

“Kalau Pak Bas mau, nanti saya tinggal bilang ke pilot saya,” tegas Susi.

Namun pada akhirnya Basuki bersama sang istri lebih memilih kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Kepresidenan bersama rombongan Presidrn Jokowi.

Di Parigi, Susi juga menceritakan akan menghabiskan hari liburnya untuk menjelajah kapal layar legendaris Indonesia, KRI Dewaruci. Bahkan malam ini, dirinya akan menginap di atas kapal tersebut bersama anak-anaknya.

“Nanti malam saya mau nginap dulu di KRI Dewaruci,” celetuknya.

‎KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Nama kapal ini diambil dari nama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci.

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun oleh H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.

Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.

Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida.

KRI Dewaruci dengan 75 awak kapalnya juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band Taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna.‎ (Yas/Ndw)

By

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments