Laut Natuna Miliki Potensi Ekonomi Tinggi

1751
google.com

RANAI (HK) – Berdasrkan hasil Penelitian Puslitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama dua minggu di Natuna, ternyata sumber daya alam bawah laut Natuna sangat mengagumkan dari segi keindahannya dan sangat menjanjikan karena memiliki potensi sumber daya ekonomi.

Peneliti Puslitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir Litbang KKP, Rainer Arif Troa mengatakan, penelitian ini merupakan program kegiatan yang digalakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di wilayah terluar dengan tujuan mengidentifikasi potensi ekonomi sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil terdepan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kementerian KP, kami selama dua minggu di sini melakukan identfikasi awal terhadap potensi alam bawah laut di Natuna,” kata Rainer saat ditemui awak media di Hotel Natuna, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (21/10).

Hanya saja, karena jarak yang jauh dan keterbatasan waktu kegiatan identifikasi hanya di pusatkan di wilayah perairan Pulau Laut.

“Untuk tahap awal ini kita fokus di Pulau Laut, di samping itu kita juga melakukan kegiatan penyediaan rona di wilayah perairan Tanjung Senubing dan Senoa Kecamatan Bunguran Timur dan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat,” katanya.

Dalam penelitian tersebut, Rainer mengaku tertegun melihat besarnya potensi yang ada di alam bawah laut Natuna khusunya yang ada di
wilayah perairan Pulau Laut.

Menurutnya terdapat berbagai varian sumberdaya yang berpotensi menjadi sumber pendapatan di bawah laut Natuna di antaranya situs kapal
tenggelam, terumbu karang, eko sistem laut dan lain sebagainya.

“Bagaimana tidak mencengangkan disini, banyak sekali situs-situ kapal tenggelam di perairan pulau laut saja yang sudah teridentifikasi 4 situs, dan di situs itu muncul ekosistem baru dan secara otomatis varian ikan dengan segal jenisnya berdatangan ke situs tersebut. Dari ini saja sudah berapa potensi ekonominya sebut saja, potensi wisata bawah laut, kegiatan riset hingga sosial ekonomi di darat,” terang Rainer.

Sejauh ini situs kapal tenggelam yang sudah terdata di Perairan Pulau Laut di antaranya ada situs Kapal Kayu, Kapal Kore dan situs lainnya.

Para penelitian ini Kementerian KP melakukan Penelitian Disiplin terpadu yang melibatkan berbagai ahli di antaranya peneliti biologi, arkeologi, ekologi, geologi, oseonoghraphi dan peneliti sosial ekonomi.

“Penelitian ini bersifat terpadu, jadi kita mengkajinya dari beberapa segi, jadi penelitian ini bersifat terpadu dan semoga nanti hasilnya bisa terpadu juga,” ungkapnya.

Hasil penelitian tersebut akan direkomendasikan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai petunjuk awal bagi pemerintah untuk melakukan ekploitasi sumber daya alam sesuai dengan sumber daya yang ada di satu wilayah.

“Tentu kalau penelitian ini udah kelar kita rekomendasikan kepada pemerintah terutama sekali intasnsi terkait. Yang jelas alam bawah laut Natuna jauh lebih kaya jika dibandingkan dengan alam bawah laut yang ada di daerah lain,” pungkasnya.

Lakukan Penelitian – Salah seorang anggota tim Puslitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir Litbang Kementrian Kelautan dan Perikanan sedang melakukan penelitian di Pulau Laut. Penelitian tersebut temukan banyak situs sejarah tenggelam di laut Natuna. (fat)

Sumber: Haluan Kepri

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments