Lamongan Targetkan Produksi 30.000 Ton Garam

361
google.com

Kontan.co.id, LAMONGAN. Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menargetkan panen garam sebanyak 30.000 ton pada tahun 2015. Hingga 12 Oktober 2015, tercatat produksi garam mencapai 26.525 ton dari total luas area 213,4 hektare di sana.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan Suyatmoko, berharap target itu bisa tercapai. Target tersebut lebih kecil ketimbang realisasi tahun 2014 yang mencapai 32.152 ton dari luas area 352 hektare.

Sementara untuk mendukung target, Suyatmoko mengaku telah membantu petani dengan memfasilitasi penggunaan media “geoisolator”, atau meja produksi yang menggunakan bahan seperti terpal.

“Kelebihan penggunaan media ini dapat meningkatkan kualitas produksi. Karena butiran garam tidak lagi tercampur dengan tanah,” ucapnya dikonfirmasi di Lamongan.

Ia menjelaskan, penggunaan media geoisolator sudah hampir merata di semua area produksi garam Lamongan, dan dilakukan sejak tahun 2013.

“Selain secara kualitas, kuantitas produksi pun bisa semakin meningkat dengan media ini, sebab selain angin dan iklim yang mempengaruhi pembutiran garam, tidak ada lagi air yang meresap ke tanah, sehingga penggunaan geoisolator dapat mempercepat pembutiran garam,” ucapnya.

Terkait harga garam, Suyatmoko mengaku saat ini produksinya melimpah namun harga jual di pasaran kurang bagus, sebab sesuai data Dinas Perikanan dan Kelautan garam dengan kualitas baik harga jualnya berada di kisaran Rp 150 hingga Rp 350 per kilogram.

“Harga jual itu sekitar separuh dari harga jual garam kualitas baik pada sekitar bulan Juli lalu. Saat itu, petani belum banyak yang melakukan produksi sehingga harga masih cukup tinggi,” katanya.

Meski harga tidak bagus, namun produksi saat ini masih bagus dibanding tahun 2013, yang tercatat terendah mencapai 10.900 ton akibat musim hujan yang berlangsung cukup lama.

Sebelumnya, areal pertanian garam di Kabupaten Lamongan mayoritas berada di Kecamatan Brondong, yakni di Desa Lohgung, Labuhan, Sedayulawas, Brengkok dan Sidomukti. (Abdul Malik Ibrahim)

sumber: Antara/Kontan

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments