Lalu Lintas Ikan Hidup DIY Meningkat, Benih Ikan Dominasi Permintaan Pasar

36
Ilustrasi benih ikan bawal. Dok. Humas DJPB

KKPNews, Sleman – Peningkatan perikanan budidaya di berbagai daerah di Indonesia berdampak positif pada pembenihan ikan, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogayakarta mencatat, lalu lintas komoditas ikan hidup dari DIY meningkat signifikan dari 88.807.001 ekor di 2017 menjadi 110.621.421 ekor di 2018 atau meningkat 24,56 persen. Menariknya, lalu lintas ini didominasi oleh komoditas benih ikan.

Kepala SKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman menyebut, benih ikan yang dikirim dari DIY ke daerah lain berupa benih bawal air tawar, benih nila merah khususnya jenis nila larasati, patin, lele, dumbo, sangkuriang, dan benih ikan gurami.

“Benih bawal air tawar menduduki peringkat tertinggi jumlah pengiriman yakni pada 2018 sebanyak 33.866.920 ekor dengan nilai komoditas sekitar Rp1,2 miliar lebih,” ungkap Hafit, Minggu (2/6).

Oleh karena itu menurutnya, untuk menjamin benih yang dikirim bebas dari penyakit, pihaknya bertanggung jawab mencegah terjadinya penyebaran hama dan penyakit dengan melaksanakan tindakan karantina dan sertifikasi terhadap benih yang akan dikirim. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments