Kunjungi Sumsel, Menteri Edhy Kampanyekan Gemarikan Guna Cegah Stunting

66
Gubernur Sumatera Selatan Herman Daru dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengampanyekan Gemarikan kepada para pelajar di Palembang dalam rangkaian acara Hari Nusantara XIX di OPI Mall, Kabupaten Banyu Asin, Palembang, Senin (4/11). Dok. Humas KKP

KKPNews, Palembang – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/11). Dalam kunjungannya tersebut, didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Agus Suherman dan Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Menteri Edhy meninjau pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang.

PIM ini berlokasi di tengah Kota Palembang, tepatnya Jl. MP. Mangkunegara, Kecamatan Ilir Timur II, Kelurahan Ilir 8, Kota Palembang. Lokasi ini strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyu Asin dan Ogan Komering Ilir.

Pembangunan PIM Palembang ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember tahun ini. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap produk perikanan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau semakin dekat.

Usai meninjau pembangunan PIM, Menteri Edhy melanjutkan kegiatan dengan menghadiri rangkaian acara menjelang peringatan Hari Nusantara XIX yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumsel di OPI Mall, Kabupaten Banyu Asin. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy yang didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru disambut tari Geding Sriwijaya Tanggai.

Ada yang menarik dari rangkaian peringatan Hari Nusantara XIX ini. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) menjadi salah satu program yang dikampanyekan. Untuk itu, di lokasi acara dibuka stan-stan makanan berbahan dasar ikan.

Acara turut dimeriahkan dengan lomba masak serba ikan. Sebagai bentuk komitmen peningkatan konsumsi ikan, bahkan dilakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Sumsel oleh Gubernur. Tak hanya itu, mars Gemarikan pun turut dikumandangkan.

Menariknya lagi, pada kegiatan tersebut, tim SMA Negeri 17 Palembang ‘Cinta Bahari’ yang merupakan pemenang lomba karya tulis ilmiah mempresentasikan inovasi mereka. Diberi nama Marine Debris Escalator (MDE), mereka menciptakan alat yang berfungsi sebagai pengumpul sampah di permukaan perairan.

Sementara itu, terkait Forikan, Menteri Edhy mengatakan, Forikan memang sengaja dibentuk dalam rangka menjawab permasalahan bangsa yaitu perang melawan stunting atau hambatan pertumbuhan. Hambatan yang dimaksud, bukan hanya hambatan pertumbuhan badan, tetapi juga hambatan pertumbuhan kecerdasan otak akibat kekurangan asupan gizi dan omega 3 yang bisa diperoleh dari ikan.

“Pak Wapres dalam rapat terbatas dengan jajaran menyampaikan untuk melawan stunting. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap bersama-sama memerangi stunting ini. Program sederhana jangka pendek, kita bisa bagi-bagi ikan lewat ibu-ibu PKK, melakukan kampanye gemar makan ikan. Yang paling penting, jangka panjang dengan menggiatkan usaha budidaya ikan,” jelas Menteri Edhy.

Mengemban amanah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Edhy menyebut akan memperkuat komunikasi dua arah dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. KKP dan pemerintah daerah akan bahu membahu melakukan pembangunan dengan syarat tidak menyalahi aturan yang ada. Pemerintah daerah juga diminta untuk berperan aktif ‘jemput bola’ untuk mengingatkan pemerintah pusat mengenai permasalahan-permasalahan yang ingin diatasi atau program-program yang ingin dikembangkan.

Selain itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, KKP juga akan mendorong pengembangan perikanan budidaya ikan untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja. Menurutnya, perikanan tangkap laut tidak bisa dilakukan semua masyarakat, terlebih yang tinggal jauh dari laut. Sumsel tidak memiliki laut yang cukup luas, namun Sumsel memiliki perairan darat yang begitu banyak seperti sungai, danau, waduk, rawa, dan sebagainya yang bisa dioptimalkan untuk kegiatan budidaya ikan.

“Selama ada genangan air, rawa yang luar biasa, dan perairan di daerah-daerah, itu bisa kita manfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan,” ujarnya.

Selain itu, meskipun daerah Sumsel sudah terkenal dengan patin, baung, belida, jelawat, dan sebagainya, tetapi produksi yang dihasilkan saat ini masih kurang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun industri lokal, sehingga kegiatan budidaya perlu dikembangkan lagi.

Menteri Edhy menilai, benih untuk budidaya pun banyak tersedia di Sumsel. Misalnya, daerah Ogan Komering Ilir (OKI) yang terkenal sebagai penghasil benih udang. Bahkan benih udang asal OKI dinilai juga bisa memenuhi kebutuhan benih provinsi tetangga.

Hal senada disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurutnya, meskipun balai benih tersedia di hampir semua kabupaten, akan tetapi Sumsel masih kekurangan ahli budidaya perikanan untuk mentransformasikan ilmu dan keahlian budidaya. Selain itu, sarana penunjang seperti kendaraan mobil berpendingin juga masih dibutuhkan.

“Dengan mengenali secara umum tentang perikanannya, budidayanya, potensinya, dilengkapi dengan sarana yang memadai, masyarakat diharapkan termotivasi terjun dalam sektor ini,” tutupnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments