Kunjungi Pasar Ikan Muncar, Menteri Susi Ingatkan Nelayan Soal Rumpon Hingga Hari Libur Menangkap Ikan

104
Menteri Susi berbincang dengan salah satu pedagang di lapak ikan basah Pasar Ikan Brak Kalimoro, Muncar pada Kamis (4/3). Dok. Humas KKP / Handika Rizki Rahardwipa

KKPNews, Banyuwangi – Di hari ketiga kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, Kamis (4/3), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengunjungi Pasar Ikan Brak Kalimoro, Muncar.

Disambut hangat oleh para nelayan dan pedagang setempat, ia berkeliling meninjau kondisi pasar. Menurutnya, ikan di Muncar sekarang sudah segar-segar. Meskipun begitu, di tengah perjalanannya berkeliling, ia menemukan sebuah lapak dagang yang menjual ikan kerapu yang masih kecil. Ia pun berpesan agar para nelayan tidak menangkap ikan yang masih kecil agar nilai jualnya pun lebih tinggi sehingga dapat membantu perekonomian para nelayan.

“Ini kenapa diambil? Ini ikan mahal. Kalo diambil yang besar, harganya bisa Rp70 ribu, Bu. Jangan ambil yang kecil,” ujarnya pada pedagang tersebut.

Sejalan dengan hal itu, Menteri Susi juga mengingatkan agar para nelayan dan pengusaha perikanan setempat tidak menggunakan jaring insang (gillnet) dengan ukuran mata jaring yang terlalu kecil. Hal itu perlu dilakukan agar ikan-ikan yang masih kecil tidak ikut terjaring dan memiliki waktu untuk berkembang biak.

“Dulu gillnet itu ukurannya 4 inch. Sekarang bisa sampai 1,5 inch. Lama-lama pake kelambu nyamuk saja. Kalau gillnet yang di bawah 4 inch di sini hilang semua, setengah tahun saja produksinya (bisa meningkat) 2 kali lipat,” ucapnya.

Ia menyatakan, penggunaan gillnet dengan ukuran mata jaring yang tepat akan mendukung ketersediaan ikan yang berkelanjutan, yang secara impilikatif akan turut meningkatkan produksi penjualan para nelayan. Guna mendukung tujuan tersebut, ia juga mengusulkan agar para nelayan di Banyuwangi menetapkan hari libur menangkap ikan untuk memberikan waktu ikan-ikan berkembang biak.

“Kasih laut sehari stirahat. Men iwak iso pacaran, iso kawin, iso manak (red: biar ikan bisa pacaran, bisa kawin, bisa beranak). Jadi kalo anda merawat, mengatur itu pasti tangkapan ikannya tambah banyak,” tuturnya disambut tawa para nelayan.

Meresponi keluhan para nelayan yang menginformasikan semakin menurunnya ketersediaan ikan lemuru, Menteri Susi menilai bahwa kondisi itu diakibatkan oleh masih maraknya penggunaan boke ami dan rumpon di laut. Hal itu pun turut diamini oleh para nelayan yang hadir. Ia mengajak para nelayan untuk bekerjasama memberantas rumpon di laut.

“Laporin ke saya kalo ketemu yang begitu. Sampean kirim SMS (short message service) koordinatnya di mana, nama kapalnya apa. Biar tak sikat rumponnya,” ujarnya.

Selain berbincang dengan para nelayan, Menteri Susi juga menyampaikan saran kepada Bupati Anas terkait penyediaan sarana-prasarana di Pasar Ikan Muncar. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk membangun sejumlah sarana-prasarana pendukung pasar ikan Muncar sehingga menjadi lebih bersih dan terintegrasi. Di antaranya yaitu dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pusat kuliner ikan, dan tempat penjualan ice flake.

“Jadi nanti di bawahnya pelelangan ikan. Lantai duanya atau di sekitar TPI ibu-ibu jualan. Lantai atasnya buat kuliner. Lalu di sampingnya jualan ice flake. Tadi saya liat masih balokan. Es balokan itu zaman kereta pake kayu,” ujarnya disambut antusias para nelayan.

Bupati Anas menyambut baik saran tersebut. “Saya kira saran beliau bagus. Nanti kita mulai yang bisa dikerjakan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Menteri Susi tengah melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi pada tanggal 2-5 April 2019. Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, ia menghadiri Bangsring Underwater Festival 2019, meninjau sejumlah titik sektor kelautan dan perikanan, mengisi kuliah umum, dan mengampanyekan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) kepada siswa/i setempat. (ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments