Kunjungi Natuna, Menteri Susi Minta Konsistensi Pemberantasan Illegal Fishing

140
Menteri Susi dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, 4-9 Agustus 2017. Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menekankan pentingnya konsistensi dan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia. Untuk itu, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah dimulai sejak 4 Agustus tersebut, Menteri Susi bersama jajarannya menyempatkan diri melakukan patroli pengawasan aktivitas illegal fishing menggunakan helikopter dari Bandara Ranai menuju Pulau Bungaran.

“Konsistensi dan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menjaga laut, itulah yang bisa membenahi negara ini. Kalau kita tidak konsisten hukum kita dapat dibeli, aparat dapat disuap, izin dperjualbelikan, ya selesai. Semua orang yang punya duit bisa beli negara ini. Oleh karena itu, konsistensi kita harus jaga bersama,” ungkap Menteri Susi, dalam kunjungan kerjanya di Natuna, Senin (7/8).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Natuna, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kepolisian, dan Kejaksaan, yang telah memperkuat sinergi sehingga meningkatkan semangat dan persatuan negara Indonesia dalam pemberantasan praktik illegal fishing.

“Kalau pencurian ikan tidak diberantas , ikannya juga tidak akan ada. Angkatan Laut (TNI AL) menjadi motor paling depan, PSDKP, Kejaksaan, kita bersinergi menjadikan Indonesia negara yang paling ditakuti oleh pencuri ikan diseluruh dunia. Itu prestasi yang diukir penjaga–penjaga laut Indonesia. Tidak ada laut yang paling ditakuti daripada laut Indonesia,” ungkap Menteri Susi.

“Dukungan dan bantuan kalian semua merupakan semangat bagi saya. Tanpa dukungan dan bantuan semua, saya tidak bisa melakukan sendiri, tidak mungkin,” tambah Menteri Susi.

Menteri Susi menginginkan masyarakat mendukung visi misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan begitu, negara-negara lain di dunia akan datang ke Indonesia untuk melakukan transaksi jual beli ikan, bukan untuk menangkap ikan. Namun, langkah pertama untuk mewujudkannya adalah dengan memberantas kapal ikan yang melakukan penangkapan secara ilegal di Indonesia. “Kalau ada kapal asing menangkap ikan, langsung lapor!” tegas Menteri Susi.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyerahkan bantuan alat tangkap senilai Rp7 miliar guna mencegah penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing). Menteri Susi mengimbau, agar jangan ada lagi masyarakat Natuna yang melakukan penangkapan ikan menggunakan dinamit, bom, dan bahan yang merusak lainnya.

Menteri Susi menyadari, pemerintah dan rakyat harus bekerja sama dalam mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah akan membantu masyarakat melalui program pengadaan fasilitas yang dibutuhkan daerah. Namun secara bertahap, tidak sekaligus.

“Bantuan dari pemerintah ini, saya ingin bermanfaat sampai kepada yang membutuhkan. Saya mengingatkan kepada pengurus penerima bantuan ini untuk betul–betul jujur dan penuh integrasi bagikan bantuan–bantuan ini. Jangan sampai yang membutuhkan tidak dapat. Saya mohon bantuan tidak memecah belah nelayan, yang belum dapat dicatat supaya bisa diberi ke depannya,” jelas Menteri Susi.

Selain itu, Menteri Susi juga mengungkapkan bahwa program asuransi nelayan KKP adalah bentuk penghargaan pemerintah yang luar biasa kepada nelayan, agar anak muda tidak segan turun ke laut.

Menteri Susi juga prihatin atas permasalahan yang terjadi di Natuna, di mana masyarakat hidup dikelilingi laut, tetapi kesulitan untuk mendapatkan ikan. Untuk itu, dibutuhkan perubahan yang ekstrem dalam tata kelola guna mengejar ketertinggalan.

“Tugas kita bukan untuk konservasi ikan, tetapi melakukan pelestarian sumber daya ikan supaya tetap ada dan semakin banyak jumlahnya,” imbuh Menteri Susi.

Natuna memiliki keindahan yang luar biasa. Air jernih, karang subur, dan menjadi lintasan pelayaran dan migrasi berbagai jenis ikan. Sayang sekali, kebiasaan masyarakat membuang sampah plastik ke laut telah merusak keindahannya. Untuk itu, ia meminta masyarakat menumbuhkan kesadaran bersama menjaga laut masa depan bangsa. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments