Komisi Yudisial Pantau Sidang Kasus Penyelundupan Benih Lobster di Jambi

20
Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Jambi – Anggota Komisi Yudisial (KY) turut hadir memantau jalannya sidang putusan terhadap enam terdakwa kasus penyelundupan ratusan ribu benih lobster (BL) yang berhasil digagalkan Polres Tanjung Jabung Barat dan TNI AL beberapa waktu lalu. Sebelumnya, BL senilai belasan miliar rupiah tersebut berhasil diamankan dari dua lokasi berbeda.

Humas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Jambi, Sukarni mengatakan, SKIPM Jambi puas atas vonis atau putusan yang dijatuhkan majelis hakim terhadap para terdakwa. Selain itu, pihaknya pun merasa senang persidangan turut dikawal anggota KY.

Sebagaimana diketahui, persidangan kedua kasus penyelundupan lobster tersebut dihadiri oleh dua anggota KY yaitu Martindo dan Erlan.

Kasus pertama upaya penyelundupan BL dengan lima orang terdakwa yakni Ridwan, Sudirman, Muchtar, H Hasanuddin, dan Muchlis disidangkan dengan majelis hakim diketua Andi Hendrawan SH MH dan hakim anggota Deni Hendra S Ip, SH MH dan Feri Deliansyah SH. Para terdakwa divonis masing-masing tiga tahun kurungan penjara dan denda Rp1 miliar atau tiga bulan kurungan penjara.

Kelima terdakwa dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim dan memenuhi beberapa unsur pada Pasal 88 jo, Pasal 16 UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

Majelis hakim juga memberikan waktu satu minggu kepada para terdakwa untuk menerima atau mengajukan banding terhadap vonis tersebut.

Sementara itu, terdakwa kasus penyelundupan BL di daerah Kampung laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Elvis Arden yang ditangkap anggota TNI AL Lanal Palembang divonis dengan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Pada persidangan ini, majelis hakim diketuai oleh Khairuludin SH MH dengan anggota Gandung SH M. Hum dan Rahadian Nur SH. MH menyatakan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan memenuhi beberapa unsur pada Pasal 88 jo. Pasal 16 UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

“Namun pertimbangan majelis hakim dari sisi peran terdakwa yang hanya sebagai pembantu saja, sehingga majelis hakim memutus terdakwa dengan hukumnan satu tahun kurungan penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu bulan kurungan penjara,” tutup Sukarni. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments