KOMISI IV DPR: Tingkatkan Produksi Perikanan Budidaya

594
Pekerja mengangkut ikan Lemuru hasil tangkapan di Pantai Kelan, Bali, Jumat (12/12). Kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil dan gelombang tinggi di kawasan Selat Bali membuat hasil tangkapan nelayan tidak menentu. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ss/Spt/14

KKPNews, Jakarta. Pemerintah diminta tingkatkan produksi perikanan budidaya. Tahun ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya ditargetkan dapat mencapai sebesar 17,9 juta ton produksi perikanan budidaya. Jumlah itu termasuk rumput laut yang sepanjang tahun 2015 sudah memproduksi sebesar 7,3 juta ton.

Selama ini, produksi perikanan Indonesia dinilai masih bertumpu pada perikanan tangkap. Kebijakan pemerintah selama ini dinilai juga lebih fokus pada perikanan tangkap. Padahal, produksi perikanan tangkap berdasarkan prinsip lestari dibatasi maksimal 7 juta ton per tahun. Produksi perikanan budidaya pada 2015 tercatat baru mencapai 2,5 juta ton.

“Budidaya laut masih kecil, belum sampai 4 persen dari keseluruhan target perikanan budidaya. Sementara budidaya air tawar sudah menyumbang hingga 23 persen dari target. Padahal, produksi perikanan tangkap sesuai prinsip lestari dibatasi maksimal 7 juta ton per tahun. Dalam target itu, harus dihitung pula 1,6 juta ton yang hilang akibat aktivitas illegal,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, di Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (4/11).

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan produksi perikanan budidaya akan terus digenjot. Investasi juga terus masuk ke sektor ini.  Hingga kuartal III 2015, realisasi investasi perikanan budidaya Rp 19 triliun. “Investornya termasuk dari sejumlah negara dan tertarik pada tambak terintegrasi,” ujar Slamet.

Seperti diketahui, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di tiga lokasi, yakni Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Maluku. Rombongan Komisi IV di Provinsi Kepulauan Riau diterima langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Agung Mulya dan Direktur Perbenihan KKP, Saripin serta Kepala PPS Belawan, Jainur Manurung.

Sementara itu rombongan Komisi IV DPR di Provinsi Jawa Tengah yang diketuai Siti Hediati Soeharto didampingi oleh Direktur Jenderal Penguatan dan Daya Saing Produksi Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo. Rombongan ini meninjau tambak udang vaname di BBAP Jepara dan dilanjutkan kegiatan pertemuan dan peninjauan panen ikan dan udang di Desa Cepokosawit Boyolali.

Sedangkan rombongan Komisi IV diketuai Eddy Prabowo,di Provinsi Maluku yang didiampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Narmoko Prasmadji angsung diterima Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Bupati Maluku Tengah beserta seluruh SKPD. Rombongan mengunjungi Pelabuhan Perikanan Tantui Ambon, Maluku.

(RH/Wien/RP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments