KKP Tugaskan Perum Perindo Kelola Cold Storage di 3 Lokasi, Operasionalisasikan Sistem Logistik Ikan Nasional

125
Penandatangan perjanjian sewa cold storage antara Dirjen PDSPKP Rifky Effendi Hardijanto dan Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda di Kantor Perum Perindo Pusat Muara Baru, Jakarta (15/2). Dok. Humas DJPDSPKP

KKPNews, Jakarta – Terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) merupakan upaya pemerintah mengatur dan menata logistik hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Operasionalisasi SLIN di pusat produksi dan/atau pusat pengumpulan serta pusat distribusi dijalankan oleh operator utama dan operator pendukung, yang berfungsi melakukan pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran produk perikanan. Tugas Operator Utama dijalankan oleh BUMN sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Penugasan BUMN di bidang perikanan yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo) sebagai Operator Utama SLIN akan menggunakan beberapa fasilitas antara lain, cold storage dan peralatan pendukungnya, seperti kendaraan bermotor berpendingin dan tidak berpendingin. Dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) sebagai penyedia sarana dan prasarana harus melakukan kerjasama pemanfaatan dengan Operator Utama SLIN yang tertuang dalam perjanjian sewa.

Jumat (15/2) di kantor Perum Perindo Pusat Muara Baru Jakarta, dilakukan penandatanganan Perjanjian Sewa cold storage antara Dirjen PDSPKP, Rifky Effendi Hardijanto dan Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda. Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di 3 lokasi yakni cold storage kapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage kapasitas 100 ton di PPN Ternate.

“Harapannya dengan dikelola oleh Perindo selaku BUMN bisa memberikan dampak positif pada masyarakat. Pemerintah membangun aset tujuan besarnya adalah meningkatkan perekonomian rakyat, ini sesuai dengan arahan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan”, ujar Rifky.

“Momentum penandatanganan ini bagi kami sangat bersejarah, karena bagaimanapun sinergi antar KKP dengan Perum Perindo sebagai BUMN Perikanan terus didorong. Dukungan seperti ini tentu akan memperkuat posisi Perum Perindo di Industri Perikanan dan juga membantu kami berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan industri perikanan”, ungkap Risyanto dalam sambutannya.

“Perum Perindo tidak serta merta hanya bertujuan profit oriented, tetapi juga diharapkan mendukung tugas pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan, peningkatan PDB dan mendukung capaian IKU (Indikator Kinerja Utama) KKP secara umum”, tegas Rifky.

“Perum Perindo pada sekitar tahun 2014 masih beromzet 200 miliar dan sekarang sudah mencapai 1 triliun, semoga dengan investasi yang dibangun oleh Perindo dan didukung kerja sama dengan KKP dalam pemanfaatan sarana rantai dingin yang dibangun oleh KKP dapat meningkat omzetnya lebih besar lagi”, imbuh Rifky.

Cold storage fungsi utamanya adalah menyimpan, jika terjadi over produksi bisa digunakan sebagai tool untuk memantau harga para pelaku utama agar bisa bernilai ekonomis, sehingga tidak ada ikan yang dibuang. Saya titip kepada Perindo agar cold storage ini dirawat. Serta infrastuktur lain seperti akses jalan dan lain-lain dipelihara juga,” pesan Rifky menutup acara ini. (Rifky E. Hardijanto / DJPDSPKP / AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments