KKP Tingkatkan Kualitas Data Produksi Perikanan Tangkap

72
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Bogor – Dalam upaya mewujudkan praktik perikanan yang berkelanjutan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas data produksi perikanan tangkap. Upaya yang dilakukan dengan memperbaiki sistem pendataan melalui sistem logbook penangkapan ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar mengatakan, selama puluhan tahun ketersediaan data kurang bisa diandalkan. Padahal tuntutan data andal dan akurat sudah menjadi tuntutan pasar.

“Perbaikan data ini menjadi penting sebab terkait dengan ketertulusuran hasil tangkapan bagi pasar, manfaat dan rencana bisnis bagi pelaku usaha, dan juga tata kelola perikanan bagi pemerintah,” kata Zulficar.

Hal tersebut disampaikan pada acara Final Consultative Workshop on Electronic and Small Scale Fishing Logbook Development di Bogor, Selasa (13/9). Workshop ini merupakan salah satu bentuk dukungan proyek SEA-USAID dalam memperkuat implementasi logbook penangkapan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulficar mengungkapkan bahwa aplikasi logbook bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang akurat, up to date, dan objektif. “Data logbook akan menjadi input dalam alokasi sumber daya ikan dan usaha penangkapan ikan, mengetahui produktivitas kapal dan penangkapan ikan, serta pelaporan data ke RFMO,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Syahril Abdul Raup menguraikan bahwa sejak tahun lalu, sistem logbook telah diperbaiki dengan penerapan e-logbook. Pembaruan ini dimaksudkan agar jangkauan penerapan logbook bisa mencapai kapal dengan ukuran di bawah 30 GT.

“Selama ini kita fokus ke kapal perikanan dengan izin pusat. Tapi dengan sistem e-logbook, kami berharap akan dapat menjangkau nelayan kecil yang selama ini datanya nyaris tidak tercatat. DJPT pada tahun ini menargetkan 10.000 kapal akan menerapkan sistem logbook,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, peneliti senior DFW-Indonesia, Muh Nazruddin mengapresiasi upaya KKP dalam memperbaiki data hasil tangkapan. “Kami menduga selain praktik IUU fishing, kegiatan perikanan di Indonesia juga diwarnai dengan praktik under-reported di mana pelaku usaha melaporkan hasil tangkapan dibawah nilai yang sesungguhnya ditangkap,” ungkapnya.

Nazruddin menambahkan, tantangan penerapan e-logbook adalah penerimaan nelayan dan pelaku usaha pada regulasi ini dan mereka mau menerapkannya secara sukarela. “Perlu ada strategi komunikasi dan sosialisasi atas regulasi logbook dan penjelasan kepada pelaku apa manfaat manajemen yang mereka dapatkan jika melaporkan data melalui logbook,” tutup Nazruddin. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments