KKP Tegaskan Komitmen Tingkatkan Akses Pendidikan Anak Pelaku Utama Usaha KP

105
Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Kupang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) pada bulan Juni 2019 melaksanakan wisuda di sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) yang tersebar di Nusantara.

Kepala Pusat Riset Kelautan, Riyanto Basuki, mewakili Kepala BRSDM, dalam sambutannya saat acara Wisuda Siswa/i SUPM Negeri Kupang Angkatan ke-XV pada Kamis (13/6) di Aula Kampus SUPM Negeri Kupang, mengatakan bahwa KKP berkomitmen penuh dalam peningkatan sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

“Dengan tersebarnya satuan pendidikan KP di seluruh Nusantara, diharapkan dapat lebih banyak menjangkau masyarakat terutama anak pelaku utama (kelautan dan perikanan) untuk dididik menjadi tenaga profesional di bidang kelautan dan perikanan. Peningkatan sarana dan prasarana pun tidak terlepas dari keinginan kuat dan komitmen KKP dalam meningkatkan kualitas pendidikan kelautan dan perikanan,” tegas Riyanto.

Lebih lanjut, Riyanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan empat pilar utama, yakni learning to know, to do, to life together dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas. Dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building).

Riyanto juga menyampaikan bahwa KKP terus menjunjung komitmen yang tinggi terhadap pendidikan pelaku utama bidang kelautan dan perikanan. Mengingat kondisi tingkat pendidikan yang sangat rendah di kalangan masyarakat, terutama masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir lainnya menyebabkan lambatnya penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan terkadang, masyarakat pesisir resisten terhadap hal-hal baru.

Untuk itu, KKP melaksanakan komitmen dan kebijakan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi putra-putri nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam melalui penerapan kebijakan yakni penerimaan siswa baru di SUPM dan taruna baru di Akademi Komunitas KP, Politeknik Kelautan dan Perikanan, dan Sekolah Tinggi Perikanan. Pada tahun 2018, minimal sebanyak 48 persen dari jumlah siswa/taruna baru yang diterima, berasal dari anak yang orang tuanya bekerja sebagai nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam.

“Untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat di seluruh kabupaten/kota, penerimaan siswa baru dimasing-masing satuan pendidikan lingkup KKP juga memperhatikan keterwakilan peserta didik baru yang berasal dari kabupaten/kota dan provinsi yang ada di wilayah kerjanya maupun secara nasional,” ungkap Riyanto.

Dalam laporannya, Kepala SUPM Kupang, Marcus Samusamu menyampaikan bahwa lulusan Wisudawan Angkatan XV Tahun Pelajaran 2018/2019, dari 90 orang, sebanyak 51 orang telah terserap pada perusahaan perikanan dalam dan luar negeri. Adapun rinciannya 5 orang di PT  Agaru Jaya, 10 orang di PT Budi Agung Binatara, 15 orang di PT Thomas Jaya Perkasa, 20 orang di PT Raja Crew Atlantik, dan  1 orang di PT Timor Otsuki Mutiara.

Sementara, sekitar 20 orang siswa lainnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan Politeknik KP Kupang.

Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan yang dirancang secara khusus bagi siswa untuk menguasai keahlian terapan tertentu. Fasilitas yang dimiliki sekolah lengkap baik bagi siswa jurusan Nautika Perikanan Laut (NPL) maupun bagi siswa jurusan Teknologi Budidaya Perikanan (TBP). “Dengan kelengkapan alat praktik ini, para siswa dipersiapkan secara matang, terampil, dan siap untuk dilepas ke pasar kerja,” jelas Marcus.

Asisten 1 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hadir mewakili Gubernur NTT pun berbangga atas capaian SUPM Kupang. Pihaknya menyampaikan bahwa laut sebagai masa depan NTT dan bangsa adalah sesuatu yang nyata.

“Lulusan SUPM telah dibekali pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter, sehingga harus mampu mengelola sumber daya kelautan dan perikanan di NTT. Kedaulatan diimplementasikan dengan kelola laut NTT, bukan oleh pihak asing,” tuturnya. (Humas BRSDM/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (80.0%)
  • Terhibur (20.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments