KKP Tahan Ratusan Coral di Pelabuhan Gilimanuk

485
Coral (karang) yang ditahan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali (23/4/2016). (BKIPM-KKP)

KKPNews, Bali – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamananan Hasil perikanan (BKIPM) Denpasar Wilayah Kerja Gilimanuk, berhasil menggagalkan pengiriman ratusan coral (karang) yang berasal dari Nusa Tenggara Barat di pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Penahanan tersebut berawal dari informasi yang didapat dari petugas BKIPM Mataram Wilayah Kerja Pototano, Sabtu (23/4) kepada petugas BKIPM Denpasar Wilayah Kerja Gilimanuk mengenai sebuah bus yang disinyalir membawa hasil perikanan yang bernilai cukup tinggi dan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan yaitu tidak dilaporkan kepada petugas BKIPM disana. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh petugas BKIPM di Wilayah Kerja Gilimanuk yang melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor Gilimanuk melakukan pemeriksaan bus-bus yang melalui pelabuhan Gilimanuk.

Dari pemeriksaan gabungan tersebut ditemukan pada salah satu bus berinisial TM yang membawa 6 boks coral sebanyak 440 pieces dalam bagasinya. Petugas BKIPM Wilayah Kerja Gilimanuk menyita coral-coral yang dikirim kepada Akiong di Gilimanuk tersebut dan kemudian dilepasliarkan oleh BKIPM Denpasar di Pulau Serangan Bali, Minggu (24/4).

Coral merupakan invertebrata air laut yang hidup di perairan dangkal dan hangat dipesisir yang jernih dan tersebar di seluruh dunia. Tempat hidup coral yang masih terpapar sinar matahari membuat coral mampu menghasilkan sumber makanan sehingga sejumlah besar organisme laut menjadikan coral sebagai tempat tinggal mereka. Melihat betapa pentingnya keberadaan coral bagi ikan dan kehidupan di laut, sebaiknya kita lebih menjaga keberadaan coral di habitatnya agar keseimbangan pesisir dan laut di Indonesia tetap dapat dipertahankan.

(hms)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (71.4%)
  • Sedih (14.3%)
  • Marah (14.3%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments