KKP Siapkan 2.262 Enumerator Untuk Sukseskan Program Satu Data

4913
ilustrasi

KKPNews, Jakarta –  Data kerap kali menjadi polemik karena kesimpangsiuran data yang beredar. Padahal data yang akurat sangat diperlukan untuk mengatasi sejumlah problem yang ada di sektor kelautan dan perikanan. Misalnya saja data produksi perikanan saat ini masih beragam padahal, validasi data tersebut sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan sumber daya ikan.

Alhasil untuk memperoleh data yang akurat, mau tidak mau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus berbenah. Sebagai upaya meningkatkan kualitas data, KKP mengusung program satu data (one data). Program Satu Data KKP bertujuan untuk menyatukan data yang diperlukan agar nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat.

“KKP menjadi ujung tombak one data, untuk itu kita menyiapkan enumerator untuk mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi satu data yang terpusat,” ucap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi Hardijanto pada pembukaan pelatihan enumeratorpengolah data kelautan dan perikanan di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Rabu (11/1).

Sekitar 2.262 orang enumerator telah disiapkan KKP, terdiri dari 859 penyuluh perikanan bantu, 557 PNS KKP yang berada di UPT Lingkup KKP, 846 tenaga kontrak yang berada di lingkup KKP, serta 73 penyuluh perikanan di DKP.

“Sebetulnya kebutuhan pengolah data ada 2.639 orang, jadi kita masih kurang 337 orang,” ujar Rifky.

Nantinya semua enumerator akan dilatih untuk memilki kemampuan untuk pendekatan ke masyarakat dalam mengumpulkan dan mengolah data. Sebagai informasi, nantinya pelatihan pengolahan data serentak akan dilakukan di 26 Provinsi pada 22 sampai 26 Januari 2017.

Ikut angkat bicara pada pembukaan pelatihan enumerator data KKP, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, mengutarakan ada 4 hal yang esensial dalam data.yakni struktur data,  perlakuan data, social approach dan legitimasi data.

“Ujung dari data adalah indikator, indikator yang biasa dipakai mulai dari data PDB nasional, tingkat konsumsi, nilai tukar nelayan (NTN), ekspor, luasan kawasan konservasi, tingkat kepatuhan, poinnya kita harus memiliki data untuk mengukur indicator kinerja utama,” terang Sjarief.

Sebagai informasi peluncuran program Satu Data KKP telah dilakukan 30 Mei 2016 lalu. Pencanangan program Satu Data Nasional diaplikasikan pada 4 Kementerian, salah satunya adalah KKP. (Hum_Pusdatin)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (81.5%)
  • Terinspirasi (13.0%)
  • Terhibur (1.9%)
  • Tidak Peduli (1.9%)
  • Terganggu (1.9%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments