KKP Siap jadi Mitra KPK sebagai Agen Pembangunan dalam Pencegahan Korupsi

33
Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan ‘Launching Pelatihan Anti Korupsi bagi 13.300 ASN KKP’, pada Senin, 16 Desember 2019 di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari III, KKP.

Kegiatan ini terlaksana sesuai dengan pidato Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan SDM unggul Indonesia maju. Di mana salah satu implementasinya adalah peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap melalui kegiatan pelatihan, karena SDM merupakan kunci dalam pengendalian anti korupsi.

“Indonesia ini negara yang hebat negara dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang luar biasa. KKP mendapat mandat dari rakyat untuk menangani sektor ini. Tentu hal tersebut menjadi tugas bersama bagaimana kita mengelola sumber daya laut yang hebat, menjadi sesuatu yang bermakna, bermanfaat, sekaligus bisa diwariskan kepada generasi yang akan datang,” tutur Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja dalam sambutannya.

Tujuan Pelatihan Anti Korupsi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap tentang anti korupsi bagi 13.500 ASN KKP sehingga menjadi ASN yang mempunyai kinerja tinggi. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari HAKORDIA (hari korupsi sedunia) yang puncaknya pada tanggal 9 Desember 2019.

“KKP siap menjadi mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bergerak menjadi agen pembangunan dalam hal pencegahan korupsi. KKP memiliki karyawan 13.500, termasuk dengan 5000 penyuluh di dalamnya. Di mana masing-masing penyuluh itu membidangi kurang lebih 8 sampai 10 kelompok. BRSDM juga memiliki 14 Politeknik KP dan 6 Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), dengan total siswa dan taruna-taruni sekitar 9000 orang. Dengan dukungan SDM yang luar biasa, kita dapat memberikan pelatihan ke seluruh insan KP dengan menyisipkan materi-materi tentang pencegahan anti korupsi dan bagaimana mereka menghormati sumber daya alam yang terbatas ini sehingga tidak semena-mena dalam mengelolanya,” tutur Sjarief.

Pelatihan anti korupsi ini dilaksanakan menggunakan metode e-learning, di mana pelatihan akan dilakukan secara online menggunakan materi yang ada di E-learning Komisi Pemberantasan Korupsi. Untuk melaksanakan pelatihan yang besar, KKP membuat sistem berjenjang. TOT awal pelatihan anti korupsi dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2019 yang diikuti oleh 46 peserta perwakilan dari eselon satu. Pelatihan TOT selanjutnya, pada 16 Desember, diikuti 150 orang yang didampingi oleh 46 peserta yang telah mengikuti TOT sebelumnya.

196 purnawidya TOT ini pun akan menjadi pemandu dalam penyelenggaraan pelatihan anti korupsi berbasis E-learning untuk 13.500 ASN KKP. KPK akan membuka akses E-learning ke seluruh Indonesia untuk dapat diikuti oleh ASN KKP. Mengingat penyebaran ASN KKP yang terpencar dan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diharapkan kegiatan ini selesai pada Agustus 2020. Kepada peserta yang telah lulus, nantinya akan diberikan sertifikat kelulusan oleh KPK.

“Kita patut berterima-kasih kepada KPK tentang upaya ini upaya pencegahan anti korupsi, agar kita bisa bertanggung jawab menjadi pengelola kelautan dan perikanan Indonesia yang amanah, menjadi pengelola yang mampu membagi semua pemanfaatan dari laut ini kepada Indonesia secara merata dan adil. Integritas merupakan harga mati bagi ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan. Integritas merupakan modal dasar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan professional. Mari kita bersama-sama mewujudkan ‘Kementerian Kelautan dan Perikanan yang Bebas dari Korupsi’,” tegasnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KKP dalam membentuk penyelenggara negara yang berintegritas, jujur dan anti korupsi. Sehingga dibutuhkan sebuah komitmen besar bagi seluruh penyelenggara negara untuk bersama-sama menggelorakan semangat anti korupsi, dan itu dimulai dari diri sendiri.

Hadir dalam kegiatan ini, Koordinator Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Dian Novianthi; para Pejabat Eselon II KKP; para Pejabat Eselon III dan IV lingkup KKP, serta para fasilitator serta para peserta pelatihan. (Humas BRSDM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments