KKP Selenggarakan Pelaksanaan Port State Measures bagi Pengawas Perikanan

85
Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Jakarta – Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) selaku Plt. Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan, Maman Hermawan, membuka dan memberikaan arahan pada kegiatan Sustainable Ecosystem Advanced (SEA) Project dalam Rangka Penerapan Port State Measures Agreement (PSMA) di Aston Pluit, Jakarta, Senin (1/10). PSMA merupakan persetujuan untuk memberdayakan pelabuhan perikanan untuk mengawasi pencurian ikan atau IUU Fishing.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama BRSDM dengan United States Agency for International Development Sustainable Ecosytems Advanced (USAID SEA) Project dan Direktorat Jenderal PSDKP. Dalam sambutannya, Maman Hermawan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sejak awal mendukung  inisiatif Food dan Agriculture Organization (FAO) ini dengan menandatangani perjanjian sejak tahun 2009, sebelum kemudian meratifikasinya secara resmi pada tahun 2016.

Sebagai tindak lanjut dari ratifikasi dimaksud, telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43/2016 tentang Pengesahan Persetujuan tentang Ketentuan Negara Pelabuhan untuk Mencegah, Menghalangi, dan Memberantas Penangkapan Ikan yang Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Mei 2016 dan diundangkan per 10 Mei 2016.

“Implementasi pelaksanaan PSMA di Indonesia diwujudkan dalam bentuk pemeriksaan kapal perikanan berbendera asing yang masuk dan akan melakukan aktivitas di pelabuhan di Indonesia. Pelaksanaan tugas pengawasan dimaksud dilakukan oleh Pengawas Perikanan yang bertugas di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan kompetensi Pengawas Perikanan dalam bidang pemeriksaan kapal asing, maka dipandang perlu untuk dilakukan peningkatan komptensi dalam bentuk Pelatihan Pelaksanaan Port State Measures (PSM) Bagi Pengawas Perikanan,” tutur Maman.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM Pengawas Perikanan dan Petugas dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan kapal asing secara profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik nasional maupun internasional.

Maman pun menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap illegal fishing kepada dunia antara lain dengan menggelar pelatihan dan lokakarya internasional tentang kejahatan terorganisir dalam industri perikanan global.

“Penting untuk memahami makna IUU Fishing terhadap samudera dan sumber daya kelautan kita. Komitmen untuk memberantas IUU Fishing dan kejahatan perikanan terorganisir transnasional (transnational organized crime) harus dipertegas. Perlu ada kolaborasi lintas batas yang kuat antara negara-negara, salah satunya dengan peningkatan kompetensi pengawas kapal asing yang  bersandar  di pelabuhan perikanan di Indonesia,” tegas Maman.

Di akhir sambutannya, ia pun memberikan apresiasi atas  komitmen Amerika Serikat pada kolaborasi dengan Indonesia dalam upaya memerangi praktik IUU Fishing melalui USAID SEA Project. Apresiasi juga disampaikan kepada para tim trainer dari NOAA Office of Law Enforcement (OLE). Pihaknya pun berharap, ke depan KKP dapat menjalin kerja sama yg lebih erat dan efektif dengan dukungan pihak terkait untuk implentasi PSMA. (Humas BRSDM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments